Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Bawa Dana Parkir di LN Pulang ke Tanah Air

Rabu, 29 Maret 2017 | 12:16 WIB

Pada kesempatan terpisah, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meminta kepada seluruh masyarakat untuk benar-benar memanfaatkan program amnesti pajak sebelum berakhir pada 31 Maret. Pasalnya, setelahnya, pemerintah tidak lagi membuka pintu pengampunan bagi masyarakat yang tidak memanfaatkan program tersebut.


"Hari terakhir program tax amnesty juga bersamaan dengan akhir penyampaian SPT tahunan PPh periode 2016. Jadi, Anda akan menyampaikan SPT 2016 dan melihat 2015 ke belakang. Kalau memang belum pernah menyampaikan SPT dengan benar, tentu saja pilihannya tax amnesty atau pembetulan SPT," kata Sri Mulyani di Jakarta, Senin (27/3).



Sri Mulyani menegaskan, tujuan dari program tax amnesty terutama untuk membawa kembali (repatriasi) dana atau harta orang Indonesia yang selama ini diparkir di luar negeri. Hal itu didukung tarif yang diimplementasikan pemerintah yang relatif rendah, selama sembilan bulan masa berlangsungnya program pengampunan pajak.


Wamenkeu Mardiasmo mengatakan, pihaknya akan mengantisipasi berakhirnya periode amnesti pajak yang bersamaan dengan penyampaian SPT WP orang pribadi akhir Maret ini.



Mungkin masih banyak WP yang belum ikut tax amnesty karena masih fokus pada SPT mereka. Ya, termasuk SPT WP badan pada April nanti, jadi sekalian saja. Mudah-mudahan dalam beberapa hari ada tambahan peserta yang signifikan. Pada periode ketiga (Januari-Maret 2017) tax amnesty ini, sudah ada tambahan tebusan sekitar Rp 6 triliun,” ucapnya.



Menurut data DJP, pada Januari-Maret ini ada tambahan dana tebusan Rp 5,56 triliun berdasarkan SPH, menjadi Rp 108,87 triliun. Dana yang terbesar masuk pada periode I tax amnesty (Juli-September 2016), sekitar Rp 92,93 triliun.


Sedangkan berdasarkan SSP, dana tebusan bertambah Rp 14,50 triliun pada periode III, menjadi Rp 124 triliun. Dana yang terbesar masuk pada periode I tax amnesty sekitar Rp 97,15 triliun.


Selama Januari-Maret ini kami sudah melihat ada tambahan deklarasi harta maupun repatriasi aset, namun mereka tidak menyatakan realisasinya (repatriasi aset) kapan. Sekarang sudah ada aturan OJK, bagaimana penggunaan dan destinasinya. Jadi, kami yakin, dari komitmen repatriasi modal sekitar Rp 146 triliun, perlahan akan terealisasi semuanya, dari saat ini yang baru terealisasi Rp 145,95 triliun,” kata dia.



Dengan adanya amnesti pajak, rasio penerimaan pajak terhadap PDB (tax ratio) ditargetkan naik menjadi 10,93% pada 2017. Tahun lalu, rasio pajak masih sekitar 10%. “Dalam jangka menengah dan panjangnya, tax base-nya ini yang penting, kami harap bertambah. Selain itu, bertambah juga kepatuhannya,” kata dia. (bersambung)


Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/home/djp-tetap-berikan-kesempatan-wp-repatriasi-asetnya/158237

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN