Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

GKR Mangkubumi Harapkan Pasar Tradisional DIY Mampu Bersaing

Rabu, 3 Januari 2018 | 15:38 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

YOGYAKARTA- Saat ini pasar - pasar tradisional memang tersalib dengan pasar-pasar modern yang menyerbu Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tapi bukan berarti pasar tradisional tidak bisa bersaing dengan pasar modern.


Advertisement

Hal ini disampaikan oleh GKR Mangkubumi di Kantor Pemda Bantul, DIY di tengah-tengah sosialisasi kehadiran Koppasindo Nusantara di DIY, Desember 2017.


“Saat ini pasar tradisional sudah tersalib pasar modern yang berada dimana-mana, tentu saja pasar modern lebih diminati oleh ibu-ibu rumah tangga dan masyarakat karena harganya kompetitif dan tempatnya lebih nyaman ,”papar GKR Mangkubumi.


GKR Mangkubumi sangat berharap agar kehadiran Koppasindo Nusantara (Koperasi Pedagang Pasar Indonesia) Nusantara di DIY pun mewujudkan pasar tradisional yang tetap bisa bersaing.


“Kami menyambut baik Koppasindo terutama untuk kesejahteraan para pedagang untuk memperoleh harga yang baik. Kami berharap pasar tradisional dengan kehadiran Koppasindo pun bisa tetap menjadi tujuan utama para ibu-ibu dan masyarakat luas. Pasar diharapkan tetap menjadi sarana pariwisata dan secara kualitas bisa bersaing dengan pasar modern,” tegas GKR Mangkubumi.


Pasar tradisional dan para pedagang di dalamnya terkadang tidak terlayani oleh sektor Perbankan. GKR Mangkubumi mencontohkan pelayanan yang tidak bisa dipenuhi oleh Perbankan. “Para pedagang membutuhkan uang untuk kulakan jam 2 sampai 5 pagi, sementara bank baru buka jam 9 sampai 2 siang.“ papar GKR Mangkubumi.


“Ironisnya, para pedagang rela mengembalikan setiap hari bunga itu ke rentenir dengan bunga tinggi dan tentu saja tidak membuat mereka sejahtera,” tambahnya.


Oleh karena itu, GKR Mangkubumi berharap Koppasindo bisa membantu pedagang terutama di sektor ini yang belum dilayani oleh perbankan setempat.


Rantai perdagangan diperpendek

Paul Soetopo, Ketua Pengawas Koppasindo Nusantara (KN) yang berbicara mengenai visi misi Koppasindo Nusantara di hadapan para pedagang, dan staf dinas terkait berharap kehadiran KN bisa membantu pedagang pasar lebih sejahtera karena mata rantai perdagangan sudah diperpendek.


“Dengan kehadiran kami dapat meningkatkan posisi tawar pedagang sehingga mengurangi dominasi pedagang perantara,” tegas Paul Sutopo.


Sesuai dengan MoU dengan Pemprov DIY yang telah ditandangani September 2017 KN memiliki tugas untuk mewujudkan tata niaga pangan yang lebih efisein, posisi tawar pedagang yang lebih kuat dan persediaan bahan pangan yang lebih terjamin.


Ditambahkannya, bahwa bunga antara 25 % dari para rentenir bisa diatasi dengan Koperasi. “Kita bisa menekan hal itu sehingga tidak membebankan pedagang, dan memang tak perlu menunggu dari pemerintah. Koppasindo diharapkan bisa memberi 25% utk setahun sehingga meringankan pedagang. (gor)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN