Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala BPS Margo Yuwono. Foto: Humas Badan Pusat Statistik

Kepala BPS Margo Yuwono. Foto: Humas Badan Pusat Statistik

Agustus 2021, Ekspor Capai US$ 21,42 Miliar

Rabu, 15 September 2021 | 15:18 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor pada Agustus 2021 mencapai US$ 21,42 miliar. Bila dibandingkan dengan posisi Juli 2021 tercatat kenaikan 20,95% sedangkan jika dibandingkan dengan posisi Agustus 2020 terjadi kenaikan pesat hingga 64,10%.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, nilai ekspor Agustus 2021 ini merupakan rekor baru ekspor Indonesia. Rekor tertinggi sebelumnya tercapai pada Agustus 2011 yaitu sebesar US$ 18,65 miliar. Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia periode Januari sampai Agustus 2021 mencapai US$142,01 miliar atau naik 37,77% dibanding periode yang sama tahun 2020,

“Dari sisi volume dan harga juga mengalami kenaikan. Komoditas ekspor yang naik tertinggi adalah minyak kelapa sawit dan batubara, yang harga internasionalnya naik,” ucap Margo Yuwono dalam telekonferensi pers di Kantor BPS pada Rabu (15/9).

Pada Agustus 2021, harga batubara di pasar internasional mengalami kenaikan sebesar 11,04% dari posisi Juli 2021. Minyak kelapa sawit mengalami kenaikan 6,85% dari posisi Juli 2021.

Bila dilihat menurut sektor, nilai ekspor industri pengolahan mencapai US$ 16,37 miliar secara bulanan terjadi pertumbuhan 20,67% dan secara tahunan terjadi pertumbuhan 52,62%. Sektor ini berkontribusi sebesar 76,42% untuk ekspor secara keseluruhan. Komoditas yang berperan pada kenaikan ekspor industri pengolahan yaitu minyak kelapa sawit tumbuh 168,68% dan besi dan baja tumbuh 110,35%.

“Kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian juga tumbuh sebesar 121,76%,” ucap Margo Yuwono.

Nilai ekspor sektor pertambangan dan lainnya mencapai US$ 3,64 miliar. Secara bulanan tumbuh 27,23%, sedangkan secara tahunan tumbuh 162,89%. Sektorini memberikan andil ke total ekspor sebesar 17,01%.

“Komoditas yang tumbuh secara bulanan cukup tinggi adalah batu bara tumbuh 22,01%, bijih tembaga tumbuh 42,28%, lignit tumbuh 38,54%,” kata Margo Yuwono.

Kepala BPS Margo Yuwono. Foto: Humas Badan Pusat Statistik
Kepala BPS Margo Yuwono. Foto: Humas Badan Pusat Statistik

Nilai ekspor sektor pertanian,kehutanan, dan perikanan mencapai US$ 340 juta. Secara bulanan mencapai 17,89%, sedangkan secara tahunan mengalami kontraksi 0,42%. Sektor ini memberikan andil ke total ekspor sebesar 1,59%. Komoditas yangn memberikan andil ke kenaikan ekspor sektor tersebut adalah kopi (30,55%) buah-buahan (70,03%), hasil hutan bukan kayu lainnya tumbuhnya cukup besar sampai 33,76%.

“Kopi, buah-buahan tahunan dan hasil hutan bukan kayu secara bulanan tumbuhnya cukup menjanjikan,” ucap Margo Yuwono.

Sedangkan secara tahunan ada beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga. Misalnya cengkeh pertumbuhannya melambat 73,23%, udang hasil tangkap mengalami kontraksi 87,8% dan sarang burung terkontraksi 18,43%

Sementara itu nilai ekpsor migas mencapai US% 1,07 miliar. Secara bulanan ekspor migas meningkat 7,48%. Sektor migas berkontribusi 4,98% terhadap keseluruhan ekspor Peningkatan ekspor migas disebabkan oleh meningkatnya ekspor hasil minyak 40,46% menjadi US$ 207,4 juta, gas naik 20,38% menjadi US$744,0 juta, sedangkan ekspor minyak mentah turun 49,11% menjadi US$115,4 juta.

Total nilai ekspor nonmigas Agustus 2021 dari 13 negara mencapai US$14.976,7 juta atau naik US$2.982,6 juta (24,87 persen) dibanding Juli 2021. Peningkatan tersebut disebabkan oleh naiknya nilai ekspor ke sebagian besar negara tujuan utama seperti Tiongkok US$1.212,2 juta (33,98%), India US$759,1 juta (79,27%), dan Jepang US$453,2 juta (37,95 %). Sedangkan negara yang mengalami penurunan diantaranya Italia US$19,6 juta (7,03 %).

Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa pada Agustus 2021 mencapai US$3.366,3 juta dan US$1.632,3 juta, atau ke ASEAN naik 5,84% sedangkan ke  Uni  Eropa naik 5,23% dibanding Juli 2021.

Tiga provinsi yang memberikan sumbangan terbesar terhadap ekspor nasional pada Januari–Agustus 2021 adalah Jawa Barat US$21.556,5 juta (15,18%), Jawa Timur US$14.872,8 juta (10,47%), dan Kalimantan Timur US$13.331,4 juta (9,39%). Ketiganya memberikan kontribusi hingga mencapai 35,04% dari seluruh ekspor nasional.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN