Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seremoni pelepasan ekpor kopi Koperasi Gunung Luhur Berkah (GLB) Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Seremoni pelepasan ekpor kopi Koperasi Gunung Luhur Berkah (GLB) Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Program Desa Devisa Besutan LPEI Tuai Sukses

Minggu, 19 September 2021 | 10:48 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

SUBANG-Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) mencatatkan kesuksesan atas program Desa Devisa yang diusungnya. Desa Devisa dibentuk untuk mengembangkan komoditas dan kapasitas masyarakat pada suatu wilayah.

Disebutkan, Koperasi Gunung Luhur Berkah (GLB) Kabupaten Subang melakukan ekspor perdana sebanyak 18 ton kopi arabika ke negara Arab Saudi. Keberhasilan  ini merupakan hasil kolaborasi intensif yang dilakukan oleh LPEI, Pemerintah Kabupaten Subang dan Koperasi GLB. 

Koperasi GLB yang merupakan Desa Devisa ketiga binaan LPEI, secara keseluruhan akan melakukan pengiriman 150 ton kopi arabika secara bertahap. Pengiriman pertama telah dilaksanakan pada 19 September 2021 sebanyak 1 kontainer setara 18 ton dengan nilai ekspor US$ 148.320 atau setara Rp 2,1 miliar. 

“Berkat pelatihan dan pendampingan yang diberikan oleh LPEI dan tentunya kerja keras para petani, kami dapat memenuhi permintaan dari Arab Saudi. Kami berharap ini hanya awal dari ekspor-ekspor yang berikutnya,” ujar Ketua Koperasi GLB, Miftahudin Shaf dalam keterangan resmi, Minggu (19/9).

Sementara itu, LPEI juga memiliki mandat dalam community development dan penciptaan eksportir baru. Ekspor perdana Desa Devisa Subang ini berhasil dilakukan setelah sejumlah pendampingan dan pelatihan yang diberikan oleh LPEI.

Peningkatan kapasitas petani yang mampu meningkatkan kualitas biji kopi diberikan kepada 208 petani di enam desa yaitu Cisalak, Nagrak, Cupunagara, Darmaga, Sukakerti dan Pesanggrahan. Total kapasitas dari petani binaan itu mencapai lebih dari 100 ton biji kopi setiap tahun di atas kebun seluas 140 hektar.  

“Sejak awal kami optimis dengan potensi Subang dengan komoditas kopinya dikombinasikan dengan pelatihan yang kami berikan kepada para petani. Kolaborasi yang baik antara LPEI, Pemerintah Kabupaten Subang, Koperasi, serta seluruh pihak lain yang terlibat merupakan faktor penting dalam keberhasilan ini. Kami juga tidak akan berhenti sampai disini, karena dengan kerja sama yang baik, Desa Devisa Subang tentu akan dapat melakukan ekspor secara berkelanjutan dan berkontribusi bagi pendapatan negara,” ucap Direktur Eksekutif LPEI, D. James Rompas.

Acara pelepasan ekspor perdana ini juga dihadiri oleh Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki. Dalam sambutannya Teten menyatakan bahwa seluruh institusi harus berkolaborasi untuk membantu koperasi pangan. "Kami bersama Pemerintah Daerah akan mendorong koperasi pangan yang potensial untuk diperbesar kapasitas usaha dan pembiayaan ekspornya dengan menjalin kerja sama dengan LPEI dan perbankan lainnya," ujar Teten. 

Program Desa Devisa merupakan program yang juga mengedepankan kolaborasi antar lembaga untuk menghasilkan terobosan inovatif yang meningkatkan ekspor Indonesia. Selain dengan Kabupaten Subang, LPEI juga bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (DJPEN) dalam penjajakan Desa Devisa yang ketiga ini. 

Sebelum Subang, LPEI telah berhasil membentuk Desa Devisa Kakao di Jembrana, Bali dengan komoditas unggulan biji kakao fermentasi dan Desa Devisa kerajinan Bantul, Yogyakarta dengan produk kerajinan ramah lingkungan. Program ini diharapkan dapat diterapkan di sejumlah daerah lainnya sehingga memberikan dampak positif bagi peningkatan ekonomi, sosial dan lingkungan bagi masyarakat setempat.  

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN