Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, saat perayaan HUT Pasar Modal Indonesia Ke-43 di Jakarta, Senin (10/8).

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, saat perayaan HUT Pasar Modal Indonesia Ke-43 di Jakarta, Senin (10/8).

OJK Fokus Pulihkan Mobilitas dan Konsumsi

Kamis, 14 Oktober 2021 | 13:09 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Di tengah fluktuasi global, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mengamati dan fokus kondisi domestik, khususnya terkait pada upaya pemulihan mobilitas dan konsumsi masyarakat. 

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, produk domestik bruto (PDB) Indonesia sebanyak 55,07% berasal dan dikontribusi dari konsumsi rumah tangga, sehingga strategi percepatan ekonomi ke depan fokus pada beberapa hal.

“Pertama, keberhasilan penangangan pandemi melalui akselserasi nasional dan kesiapan fasilitas kesehatan sebagai langkah preventif dan antisipatif, dan ini akan terus dilakukan," ujar Wimboh, saat membuka Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2021, Kamis (14/10). 

Selanjutnya, kedua, OJK juga akan mengarahkan kebijakan fiskal dan moneter, termasuk memperhatikan negara-negara maju yang melakukan normalisasi. Harapannya, OJK mampu memitigasi dampak potensi negatifnya agar Indonesia tetap tangguh meski terjadi normalisasi pariwisata di negara-negara maju.

Strategi ketiga, OJK mendorong peningkatan permintaan domestik. Ini  penting dilakukan sejalan dengan adanya pelonggaran mobilitas masyarakat. "Kami harapkan, hal ini menjadi sumber pertumbuhan yang paling besar dalam perekobomian kita," tuturnya. 

Tidak berhenti di situ, OJK juga akan mendorong produktivitas produk-produk yang berorientasi eskpor. Permintaan terhadap tekstil saat ini cukup besar di pasar global.

Karena itu, ia ingin, produksi tekstil di Indonedia tidak terganggu agar potensi besar tersebut, baik dari sisi pembiayaan maupun kebijakan, perlu diarahkan agar Indonesia mempunyai competitive advantages dari permintaan global yang tinggi.

Keempat, strategi OJK ke depan difokuskan pada pemulihan ekonomi di sektor yang terdampak langsung pandemi Covid-19 dengan memberikan pinjaman kepada sektor-sektor tersebut. Ketika sektor pariwisata bergerak normal, Indonesia diharapkan siap untuk melayani berbagai transformasi hotel, kafe, dan servis lain. 

"Jangan sampai, begitu pariwisata nornal, ternyata, kita tidak siap untuk melayani adanya potensi besar pariwisata," ujar Wimboh. 

Denga demikian, akselerasi digitalisasi juga penting dilakukan, terutama di sektor keuangan agar bisa memberikan servis yang cepat, murah, dan berkualitas. 

Di samping itu, bukan hanya di sektor perbankan, digitalisasi harus terjadi di sektor pasar modal, sehingga menjadi potensi besar bagi banyak start-up di Indonesia untuk masuk ke area ini.  Dia tak menampik, start-up akan menjadi potensi besar di pasar modal.

Green Economy

Wimboh melanjutkan, pertumbuhan ekonomi baru juga harus menjadi fokus bersama, terutama menyangkut bagaimana memanfaatkan hadirnya agenda green economy yang harus patuh pada climate changes

"Seluruh dunia fokus pada green economy dan Indonesia bisa memanfaatkan agenda ini,” tutur dia.

Adanya insentif emisi karbon pun diharapkannya dapat mengoptimalkannya untuk menjadi hal positif bagi perushaan Indonesia dan tetap harus mempunyai transisi yang smooth mengenai perubahan dari energi fosil ke energi baru dan terbarukan (EBT). 

Karena itu, sektor keuangan mempunyai peran penting untuk mendorong digitalisasi dan memahami cilmate risk serta mempersiapkan seluruh komponen dan memanfaatkan hadirnya agenda climate change.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN