Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur BI Perry Warjiyo. Sumber: BSTV

Gubernur BI Perry Warjiyo. Sumber: BSTV

Anggaran BI Surplus Rp 21,11 Triliun Hingga September

Kamis, 25 November 2021 | 16:17 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Bank Indonesia (BI) melaporkan realisasi anggaran Bank Indonesia sampai dengan September 2021 mengalami surplus sebesar Rp 21,11 triliun dan diperkirakan mencapai Rp 27,39 triliun sampai akhir 2021.

"Sampai September 2021, realisasi mengalami surplus Rp 21,117 triliun dan diprognosakan mencapai Rp 27,394 triliun pada akhir tahun ini," ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam Raker dengan Komisi XI DPR RI, Kamis (25/11).

Menurut Perry, komitmen BI untuk terus memperkuat koordinasi fiskal dan moneter, termasuk dalam rangka pembelian SBN dari pasar perdana sebagai pelaksanaan UU No. 2/2020 turut berimplikasi pada kondisi keuangan BI.

Secara rinci, anggaran operasional pada 2021 akan mengalami surplus hingga Rp 16,94 triliun, sedangkan anggaran untuk kebijakan mengalami surplus hingga Rp 10,4 triliun pada akhir 2021.

Adapun, sampai dengan September 2021, realisasi penerimaan operasional BI telah mencapai Rp 21,69 triliun atau telah mencapai 78,11% dari anggaran tahunan BI 2021 yang mencapai Rp 27,69 triliiun. "Dan diprognosiskan akan mencapai 102,8% pada akhir tahun atau sebesar Rp 28,45 triliun," kata Perry.

Kemudian, realisasi penerimaan hasil pengelolaan aset valas, kata Perry telah mencapai Rp 21,63 triliun atau 78,11% dari ATBI 2021 dan diprognosiskan akan mencapai 102,75%, sejalan dengan upaya optimalisasi pengelolaan cadangan devisa yang terus dilakukan BI.

Perry juga merinci, realisasi anggaran operasional BI sampai dengan September 2021 telah mencapai Rp 7,6 triliun atau mencapai 57,26% dari ATBI 2021 dan sampai akhir 2021 akan terealisasi hingga 94,81%.

Di sisi lain untuk realisasi pengeluaran terbesar, kata Perry dipergunakan untuk gaji dan penghasilan lainnya yang tercatat sebesar Rp 2,9 triliun atau setara 72,85% dari ATBI 2021 dan diperkirakan hingga akhir 2021 mencapai 96,38%. "Logistik Rp 1,1 triliun atau 72,10% dari ATBI 2021, prognosis akan mencapai 100%," tutur Perry.

Sementara itu, pada program sosial BI dan pemberdayaan sektor riil dan UMKM, hingga September 2021 mencapai Rp 518 miliar atau setara dengan 55,38% dari ATBI 2021.

Bahkan BI meyakini bahwa pos tersebut dapat mencapai 97,74% hingga akhir tahun melalui strategi refocusing anggaran untuk mendukung penanganan dan pemulihan dampak Covid-19.

 

Editor : Kunradus Aliandu (kunradu@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN