Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala BPS Margo Yuwono

Kepala BPS Margo Yuwono

2022, BPS Jalankan Sensus Penduduk Long Form

Kamis, 25 November 2021 | 18:43 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id   - Badan Pusat Statistik (BPS) akan melakukan sensus penduduk 2020 lanjutan atau sensus penduduk long form di tahun 2022. Upaya ini dilakukan untuk menyediakan parameter  demografi serta karakteristik  penduduk lainnya untuk  menghasilkan indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG's) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) di bidang kependudukan.

Dengan memiliki tahun antar demografi yang bagus maka Indonesia akan bisa memiliki proyeksi penduduk yang baik . Indonesia sedang memasuki masa bonus demografi maka diperlukan data komposisi penduduk yang baik.

“Jadi kita akan mendapatkan angka ini untuk digunakan sebagai proyeksi penduduk. Kita punya bonus demografi. Ini mungkin komposisinya akan bergerak kalau mendapatkan dari SP 2020 long form terutama dari karakteristik demografi,” ucap Kepala BPS Margo Yuwono dalam acara Workshop Wartawan BPS di Jakarta pada Kamis (25/11).

Kepala BPS Margo Yuwono
Kepala BPS Margo Yuwono

Sensus dilakukan dengan mengumpulkan data 4.294.896 Keluarga atau  268.431 blok sensus data yang dihasilkan sampai level kabupaten/kota.

Margo Yuwono mengungkapkan beberapa tujuan pendataan long form. Pertama yaitu  memperkirakan jumlah, distribusi, dam komposisi penduduk.  Kedua yaitu  memperoleh data untuk perhitungan parameter demografi (kelahiran, kematian, dan migrasi). Ketiga yaitu  sumber data dari indikator angka kematian ibu. Keempat yaitu  memperbarui data yang akan digunakan dalam penghitungan proyeksi penduduk. Kelima yaitu  menyediakan data karakterisitk penduduk dan perumahan. Keenam yaitu sumber data dari indikator  kependudukan untuk SDGs yang tidak  dapat diperoleh dari  sumber lain.

Sensus penduduk akan dilakukan pada Mei sampai Juni 2022. Koresponden akan mendapatkan 83 pertanyaan yang berisi variabel yang dibutuhkan BPS yaitu individu ( 13 Pertanyaan), fertilitas dan mortalitas (22 pertanyaan); migrasi/mobilitas(18 pertanyaan); disabilitas (11 pertanyaan ); pendidikan dan komunikasi (4 pertanyaan); perumahan (10 pertanyaan), dan  ketenagakerjaan (5 pertanyaan).

Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono mengatakan dalam data yang dihasilkan terdapat sejumlah variabel. Pertama untuk karakteristik penduduk akan berisi data  seperti jenis kelamin, umur, dan data lain tentang identitas. Kedua yaitu  migrasi yang akan terbagi dalam  migrasi seumur hidup, migrasi total, migrasi  risen, migrasi internasional,  komuter,  dan stok migran).

“Dengan mengumpulkan data migrasi kami mengetahui indikator disini bagaimana melihat tingkat mobilisasi antar satu wilayah dengan wilayah lain,” ucap Ateng.

Ketiga yaitu  pendidikan dan komunikasi  yang berisi tentang data ijazah tertinggi, dan bahasa. Keempat yaitu disabilitas yaitu penduduk menurut jenis kesulitan dan  tingkat kesulitan yang dialami.

“Berdasarkan kesulitan dan tingkat kesulitan yang dialami sehingga ini akan bermanfaat bagi pemerintah dan masyarakat. Kebijakan apa  yang bisa dilakukan agar lebih mengakomodasi orang disabilitas,” ucapnya.

Kelima yaitu ketenagakerjaan yang berisi tentang pekerjaan menurut  lapangan usaha, jenis pekerjaan, dan status pekerjaan. Keenam yaitu fertilitas yang berisi tentang angka kelahiran total, angka kelahiran kasar, dan angka kelahiran menurut umur. Ketujuh yaitu mortalitas yang berisi tentang angka kematian kasar, angka kematian menurut umur, angka kematian bayi, tingkat kematian anak, angka kematian balita, dan angka kematian bayi. Berikutnya yaitu data tentang perumahan yang akan berisi data tentang bahan utama bangunan seperti atap,  dinding, lantai; dan pertanahan.

“Upaya memotret data perumahan ini merupakan amanat dari UN (United Nations),” ucapnya. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN