Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Penanatanganan kerjasama Kemenkop & UKM, BJB, Ikopin, dan Unpad

Penanatanganan kerjasama Kemenkop & UKM, BJB, Ikopin, dan Unpad

Sinergi Kemenkop, BJB, Unpad, dan Ikopin Lahirkan Koperasi Modern

Sabtu, 15 Januari 2022 | 08:42 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Koperasi dan UKM menyepakati kerjasama dengan Bank Jabar Banten (BJB), Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Ikatan Alumni Institut Manajemen Koperasi Indonesia (Ikopin). Sinergi ini bertujuan membangun wirausaha muda yang handal dan berdaya saing, serta menciptakan koperasi modern di Indonesia.

"Kami selalu membuka peluang sinergi dan kolaborasi dengan banyak pihak. Termasuk dengan perbankan, institusi pendidikan dan organisasi lainnya," kata Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Arif Rahman Hakim dalam siaran pers yang diterima pada Jumat (14/1).

Arif menambahkan, ada lima agenda besar yang bakal dijalankan Kemenkop UKM yang membutuhkan banyak sinergi dengan pihak lain. Pertama, pendataan koperasi dan UMKM secara by name dan by address yang akuntabel dan bisa digunakan bersama dalam pengembangan KUMKM di Indonesia.

"Itu sudah dijalankan sejak 2021 dan tahun ini pengumpulan data koperasi dan UKM. Jadi, kita butuh dukungan banyak pihak," tambah Arif.

Kedua, mewujudkan target menciptakan wirausaha muda produktif. Saat ini, rasio kewirausahaan masih berada di level 3,6% dan pada akhir 2024 ditargetkan di level 3,9% atau mendekati 4%. Artinya, setiap tahun harus mampu menciptakan sekitar 500 ribu wirausaha muda. "Saya yakin dengan dukungan dari Unpad hal itu bisa terwujud. Saya juga berharap Unpad bisa menjadi Kampus Wirausaha, dimana mampu menciptakan lulusannya menjadi wirausaha," kata Arif.

Ketiga, yaitu Kemenkop UKM juga tengah menggebu menciptakan banyak koperasi modern. Termasuk di dalamnya adalah merampungkan UU Perkoperasian. Keempat, mengawal pelaku usaha mikro yang jumlahnya dominan mencapai 99,7% memiliki legalitas usaha. Pemerintah pun sudah menyiapkan aplikasi pendaftaran nomor induk berusaha atau NIB melalui aplikasi OSS.

"Kelima adalah mendorong usaha mikro dan kecil masuk dalam satu ekosistem bisnis yang kuat, sehat dan kondusif. Sehingga, mereka bisa masuk rantai pasok," ulas Arif.

Pada tahun 2021 lalu, Kemenkop UKM memiliki prioritas untuk menciptakan ekosistem usaha agar lebih adaptif. Sehingga tahun 2022 ini diharapkan sudah dapat memasuki tahap pemulihan ekonomi UMKM dan koperasi cepat dan transformatif. Sebagaimana arahan Menteri Koperasi dan UKM bahwa 2022 sudah memasuki fase pemulihan transformatif (Transformative Recovery).

"Fase dimana kita harus menyiapkan UMKM dan koperasi untuk lebih siap menghadapi krisis ataupun perubahan lingkungan di masa yang akan datang," pungkas Arif. (ark)

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN