Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto: IST

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto: IST

Realisasi Anggaran Perlindungan Sosial Rp 81 Triliun

Rabu, 20 April 2022 | 14:11 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id-Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, anggaran perlindungan sosial (perlinsos) terealisasi sebesar Rp 81 triliun per akhir Maret 2022. Realisasi tersebut meliputi program pemulihan ekonomi nasional (PEN) Rp 22,6 triliun dan non-PEN atau reguler Rp 58,3 triliun. “Belanja perlinsos mencapai Rp 81 triliun, kalau dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp 92,7 triliun, itu memang lebih rendah,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTA di Jakarta, Rabu (20/04/2022).

Untuk belanja perlinsos yang masuk dalam program PEN sebesar Rp 22,6 triliun, realisasinya dilakukan melalui Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar Rp 18,7 triliun, non-K/L Rp 0,8 triliun, dan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Rp 3,1 triliun. Sementara realisasi belanja perlinsos yang reguler atau tidak masuk dalam program PEN sebesar Rp 58,3 triliun hanya dilakukan oleh K/L Rp 19,8 triliun dan non-K/L Rp 38,5 triliun.

Menurut Sri Mulyani, kinerja belanja K/L yang dilakukan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) berupa penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) tahap pertama kepada 10 juta keluarga dan bantuan Kartu Sembako untuk 18,8 juta keluarga. Belanja K/L juga disalurkan melalui Kementerian Kesehatan berupa bantuan iuran Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI-JKN) kepada 83 juta jiwa serta bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah oleh Kemendikbudristek dan Kementerian Agama kepada 11,9 juta siswa dan 608 ribu mahasiswa.

Untuk kinerja belanja non-K/L dimanfaatkan untuk peningkatan realisasi subsidi bahan bakar minyak (BBM) Rp 3,2 triliun yang naik dari 2021 sebesar Rp 1,3 triliun dan subsidi LPG Rp 21,6 triliun yang naik dari tahun lalu Rp 10,2 triliun. Untuk kinerja belanja TKDD dimanfaatkan untuk penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa bagi 3,4 juta KPM sebesar Rp 3,1 triliun yang meningkat dari tahun lalu Rp 0,7 triliun.

Sementara itu, belanja perlinsos yang masuk dalam program PEN dengan realisasi Rp 22,6 triliun per Maret tersebut pun meningkat signifikan menjadi Rp 45,08 triliun per 15 April 2022. Perlinsos dalam program PEN ini meliputi penyaluran PKH tahap pertama kepada 10 juta keluarga sebesar Rp 13,7 triliun, bantuan Kartu Sembako kepada 18,8 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebesar Rp 18,7 triliun, BLT minyak goreng kepada 18,3 juta KPM sebesar Rp5,5 triliun, dan BLT Desa kepada 4,4 juta KPM sebesar Rp 4,7 triliun.

Sri Mulyani menjelaskan, berbagai bantuan perlinsos itu diberikan dalam rangka sebagai shock absorber atau peredam guncangan baik dari pandemi maupun kenaikan harga komoditas bagi masyarakat. “Itu yang namanya shock absorber atau meredam guncangan yang berasal dari pandemi maupun kenaikan harga komoditas dunia,” tegas dia.

Editor : Tri Listiyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com