Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
ilustrasi nilai tukar rupiah. (Foto: Antara)

ilustrasi nilai tukar rupiah. (Foto: Antara)

Tetap Deras, Inflow Capai Rp 22 Triliun

Kamis, 23 Juni 2022 | 19:41 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, ketidakpastian pasar keuangan global masih berdampak positif pada aliran modal asing masuk ke Tanah Air yang mencapai US$ 1,5 miliar atau sekitar Rp 22 triliun.

"Aliran modal asing ke pasar keuangan domestik mencatat net inflow US$ 1,5 miliar pada triwulan II-2022, data hingga 21 Juni 2022," kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Kamis (23/6/2022).

Baca juga: Tenang, BI Komitmen Jaga Stabilitas Rupiah

Ia tak menampik ketidakpastian pasar keuangan global yang masih akan tetap tinggi, sehingga mendorong terbatasnya aliran modal asing dan menekan nilai tukar di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Meski begitu, pasar keuangan domestik masih menarik minat para investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Pasalnya, aliran modal masuk di tengah dinamika gejolak ekonomi dunia.

"Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Mei 2022 tercatat sebesar US$ 135,6 miliar, yang setara dengan pembiayaan 6,8 bulan impor atau 6,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor," tuturnya.

Baca juga: Perbaikan Ekonomi Berlanjut Berkat Kinerja Ekspor

Di sisi lain, kinerja NPI pada 2022 akan tetap terjaga dengan defisit transaksi berjalan yang tetap rendah dalam kisaran 0,5-1,3% dari PDB terutama ditopang oleh harga komoditas global yang tetap tinggi. Kinerja NPI tersebut juga didukung neraca transaksi modal dan finansial yang diperkirakan tetap surplus meski lebih rendah dari perkiraan sebelumnya, di tengah penanaman modal asing (PMA) yang tetap kuat sejalan dengan iklim investasi dalam negeri yang terjaga.

"Aliran modal itu lebih banyak aliran jangka panjang atau penanaman modal asing (PMA) jadi dukung Neraca Pembayaran Indonesia yang tetap surplus untuk dukung kecukupan cadangan devisa," ucapnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN