Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Airlangga: Ekonomi Indonesia Lebih Baik dari Negara Lain

Jumat, 5 Agustus 2022 | 15:35 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa ekonomi Indonesia terbukti lebih baik dan berdaya tahan dibandingkan negara lain. Hal ini terlihat dari capaian pertumbuhan ekonomi selama tiga kuartal berturut yang bertahan diatas 5% dengan rincian kuartal IV-2021 5,02% (yoy), kuartal I-2022 5,01% dan kuartal II-2022 5,44% (yoy).

"Kita lihat pertumbuhan kita dalam 3 kuartal di atas 5% dan masih menunjukkan bahwa dengan pertumbuhan ini kita lebih baik dari negara lain," ungkapnya dalam konferensi pers secara vritual, Jumat (5/8/2022).

Baca juga: Ekonomi RI Cetak Rekor, Rupiah Mantap Bertahan di Zona Hijau

Secara rinci, ia membandingkan laju ekonomi Indonesia dengan beberapa negara diantaranya, pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) selama dua kuartal berturut ekonominya telah mengalami kontraksi. Pada kuartal I kontraksi minus  pada kuartal II-2022 tercatat minus 0,9% dan 1,6%.

"AS secara teknikal sudah masuk resesi karena pertumbuhan ekonomi kontraksi dua kuartal dan laju inflasi tinggi 9,1% (yoy). Begitu pula dengan pertumbuhan ekonomi di Eropa dan Jerman juga rendah"tuturnya.

Selain itu, Tiongkok juga mencatatkan pertumbuhan yang minim yakni mencapai 0,4%, sementara Jerman mencapai 3,1%, Korea Selatan 2,9%, dan Singapura 4,9%.

Advertisement

Baca juga: BPS: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2022 Masih Terpusat di Jawa

"Hal yang perlu diwaspadai Tiongkok dan AS ini merupakan engine perekonomian dunia. Diharapkan impact-nya tidak terlalu signifikan bagi negara ASEAN," kata Airlangga.

Meski demikian, Indonesia dinilainya masih memiliki sejumlah tantangan yang harus diwaspadai kedepannya yakni perkembangan Covid-19, perubahan iklim, ketahanan energi dan pangan, inflasi global, dan terganggunya rantai pasok.

Maka dari itu, pemerintah akan mendorong beberapa kebijakan untuk memitigasi risiko terhadap dampak tersebut, di antaranya pelonggaran mobilitas masyarakat tapi dengan tetap memberlakukan protokol kesehatan, menahan kenaikan harga energi dan pangan dengan menambah subsidi yang mencapai Rp 503 triliun dan lainnya

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN