Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Indonesia. (Foto: BeritaSatu Photo)

Bank Indonesia. (Foto: BeritaSatu Photo)

Pekan Pertama Agustus, Rp 800 Miliar Modal Asing Keluar

Jumat, 5 Agustus 2022 | 21:11 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Bank Indonesia mencatat aliran modal asing keluar (capital outflow) dari pasar keuangan domestik data transaksi 1-4 Agustus jual neto sebesar Rp800 miliar.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan aliran modal asing itu terdiri dari jual neto di pasar SBN sebesar Rp4,22 triliun dan beli neto di pasar saham sebesar Rp3,42 triliun.

Advertisement

"Berdasarkan data setelmen hingga 4 Agustus, jual neto Rp129,86 triliun di pasar SBN dan beli neto Rp60,28 triliun di pasar saham," ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Jumat (5/8/2022).

Sementara itu, kinerja rupiah masih menguat. Tercatat, rupiah pada pembukaan Jumat pagi berada di level Rp14.890 menguat dibandingkan penutupan Kamis kemarin di level Rp14.930.

"Sedangkan, tingkat imbal hasil atau yield SBN 10 tahun di level 7,16%," katanya.

Adapun, tingkat premi risiko Credit Default Swaps (CDS) Indonesia lima tahun naik ke 117,3 bps per 4 Agustus 2022 dari 113,08 bps per 29 Juli 2022.

Sementara, tingkat imbal hasil (yield) SBN bertenor 10 tahun naik ke 7,20%. Kemudian yield surat utang AS, US Treasury 10 tahun naik ke level 2,688%.

"Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait dan terus mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut"ucapnya.

Sementara itu, Bank Indonesia mencatat posisi cadangan devisa RI pada akhir Juli 2022 sebesar US$132,2 miliar. Angka tersebut menurun dibandingkan dengan posisi pada akhir Juni 2022 sebesar US$136,4 miliar.

"Penurunan posisi cadangan devisa pada Juli 2022 antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah sejalan dengan masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global," ucapnya.

Adapun posisi cadangan devisa Juli 2022 setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor atau 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

Bank Indonesia menilai, ucap Erwin, cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Ke depan, Bank Indonesia menyebut cadangan devisa tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga.

"Hal tersebut seiring dengan berbagai respons kebijakan dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung proses pemulihan ekonomi nasional," kata Erwin.

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN