Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Lembaga Riset Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) Yusuf Wibisono

Direktur Lembaga Riset Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) Yusuf Wibisono

Pengamat Proyeksi Pertumbuhan Tahun Ini 5 – 5,2%

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 09:13 WIB
Imam Suhartadi (imam.suhartadi@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor .id -Direktur Lembaga Riset Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) Yusuf Wibisono mengatakan, untuk proyeksi pertumbuhan kuartal III dan IV/2022 akan sulit untuk mengulang kinerja kuartal II. Kinerja kuartal II terdorong oleh konsumsi rumah tangga yg tumbuh tinggi karena faktor bulan Ramadan, Lebaran dan Tahun Ajaran Baru Sekolah.

Sektor transportasi melonjak tinggi karena momentum mudik pertama karena dua tahun berturut-turut dilarang akibat pandemi. Faktor pendorong ini tidak ditemui pada kuartal III, sedangkan kuartal IV mungkin akan terbantu Natal dan Tahun Baru namun tidak akan sebesar Lebaran.

Advertisement

Selain tidak adanya faktor pendorong, lanjut dia, kuartal III dan IV juga akan dibayangi oleh meningkatnya inflasi yang akan menekan konsumsi rumah tangga dan melemahnya perekonomian global yang akan menekan kinerja ekspor.

“Pertumbuhan kuartal IIII – IV akan berada di kisaran 4,9 - 5,3%. Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi 2022 berada di kisaran 5 – 5,2%,” kata Yusuf Wibisono kepada Investor Daily di Jakarta, Jumat (5/8/2022).

Direktur Institute For Demographic and Poverty Studies (IDEAS), Yusuf Wibisono
Direktur Institute For Demographic and Poverty Studies (IDEAS), Yusuf Wibisono

Menurut dia, langkah terpenting untuk menjaga momentum pertumbuhan adalah menjaga sektor riil dari kejatuhan. Kebijakan BI yang tetap menahan BI 7-DRR rate di kisaran 3,5% patut diapresiasi. Kebijakan ini sangat berpihak pada upaya pemulihan usaha di sektor riil dan mendorong pertumbuhan yang inklusif.

“Kebijakan makroprudensial BI yang sudah tepat dan memberi ruang kondusif bagi sektor riil ini harus disambut pemerintah dengan upaya mendorong produksi dan pasokan agregat sehingga inflasi dapat dikontrol,” imbuhnya.

Kinerja sektor-sektor prioritas terutama sektor pangan, yaitu pertanian dan peternakan, harus segera ditingkatkan termasuk menjaga pasokan pupuk dan pakan ternak pada harga yang terjangkau petani dan peternak.

Selain pangan, lanjut dia, sektor prioritas penting lainnya yang harus didorong untuk menjaga momentum pertumbuhan sekaligus menekan inflasi adalah sektor energi, terutama dengan menjaga pasokan gas dan batu bara untuk industri domestik.

Salah satu armada PT Kereta Api Indonesia.
Salah satu armada PT Kereta Api Indonesia.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,44% pada triwulan II-2022 jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

Dengan demikian kinerja ekonomi triwulan II-2022 sudah lebih tinggi daripada sebelum pandemi. Hal ini menandakan pemulihan ekonomi yang berlangsung sejak triwulan II-2021 terus berlanjut dan semakin menguat.

"Pertumbuhan ekonomi tahun ini meningkat secara persisten. Polanya mulai dari triwulan II-2021, triwulan III-2021, triwulan IV-2021, triwulan I-2022, dan triwulan II-2022 sekarang ini terus mengalami pertumbuhan," kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam Pengumuman Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II 2022 yang dipantau secara daring di Jakarta, Jumat(5/8/2022).
 

Di Atas Prediksi

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi kuartal kedua yoy 5,44%  diatas prediksi banyak kalangan, karena dengan tren resesi dan inflasi global, terdapat tekanan yang tinggi terhadap perekonomian domestik.

Faktor utama pendorong pertumbuhan kuartal II ini adalah ekspor dan konsumsi domestik. Kinerja ekspor kemungkinan besar ditopang oleh terus tingginya permintaan komoditas terutama akibat perang Rusia - Ukraina.

Dengan tingginya harga komoditas, permintaan domestik ikut terdorong yang pada gilirannya mendorong produksi dan mengizinkan tenaga kerja terus bekerja dan rumah tangga terus melakukan konsumsi. Pulihnya konsumsi domestik yang tertinggi adalah sektor transportasi yang didukung oleh terus dilonggarkannya pembatasan aktivitas. Sektor transportasi dan pergudangan menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi, diikuti perdagangan.

“ Dengan pertumbuhan yang terus menunjukkan pemulihan ditengah pelemahan global, tentu memunculkan ekspektasi tinggi dari banyak kalangan bahwa perekonomian kita akan terhindar dari resesi. Namun menurut saya kita tidak bisa lengah karena ancaman stagflasi terus menguat,” kata Yusuf.

Inflasi bulan Juli 2022 yoy 4,94% menunjukkan bahwa potensi melemahnya perekonomian melalui pelemahan konsumsi rumah tangga adalah nyata.

“Jika dalam 1 semester ke depan permintaan global terhadap komoditas ikut melemah, maka dua motor pertumbuhan kita akan lumpuh bersamaan. Resesi jelas masih berpotensi menghadang ke depan,” ujarnya.

Dengan pemulihan yang bersandar pada boom commodity, terutama batu bara dan sawit, lanjut dia, pertumbuhan ekonomi cenderung tidak inklusif, tapi kesenjangan cenderung meningkat, dimana manfaat pertumbuhan hanya dinikmati sekelompok kecil masyarakat.

Ekspor impor Indonesia merosot akibat pandemi Foto: SP/Joanito De Saojoao
Ekspor impor Indonesia merosot akibat pandemi Foto: SP/Joanito De Saojoao

Resesi global, kata dia, berpotensi menurunkan kesenjangan namun diikuti pertumbuhan ekonomi yang melemah. Pertumbuhan domestik yang melemah akan memicu kenaikan pengangguran dan kemiskinan. Resesi global yang diikuti dengan kenaikan inflasi (stagflasi) akan memberi tekanan terhadap pertumbuhan domestik lebih jauh yaitu melalui jalur kenaikan harga impor (imported inflation), sehingga akan mendorong kenaikan harga domestik. Kenaikan harga-harga dipastikan akan semakin memperburuk kemiskinan.

Sejak pelonggaran pembatasan aktivitas ekonomi, seiring vaksinasi dan pandemi yang mereda, BPS melaporkan tren kenaikan kemiskinan telah terhenti. Dilaporkan pada Maret 2021 kemiskinan tidak lagi bertambah.

Bahkan gelombang kedua, serangan varian delta, tidak merubah tren penurunan kemiskinan ini. Pada September 2021 angka kemiskinan secara luar biasa menurun.

Sedangkan pada Maret 2022 kemiskinan terus menurun meski harga-harga kebutuhan pokok mulai meningkat terutama minyak goreng.

Secara singkat, prestasi penanggulangan kemiskinan banyak ditentukan oleh pengendalian pandemi dimana pelonggaran pembatasan aktivitas segera diikuti turunnya angka kemiskinan.

Kinerja ini juga banyak ditopang oleh kebijakan bansos dan subsidi harga kebutuhan pokok, terutama BBM dan listrik. Kinerja penanggulangan kemiskinan ini akan diuji oleh kenaikan harga - harga kebutuhan pokok yg semakin tinggi.

Pada bulan Juli 2022 angka inflasi yoy menembus 4,94% sudah melebihi proyeksi pemerintah yang 3,5% - 4,5%. Hingga akhir tahun, tekanan inflasi belum akan mereda, maka angka kemiskinan berpotensi besar mengalami pembalikan arah di September 2022 ini.

Untuk mencegah kenaikan kemiskinan dan membuat pertumbuhan semakin inklusif maka pengendalian pandemi, kebijakan bansos dan subsidi, menjadi krusial.



 

Editor : Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)

BAGIKAN