Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Airlangga Hartarto, saat peresmian Pembukaan Perdagangan BEI 2022, di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (3/1).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Airlangga Hartarto, saat peresmian Pembukaan Perdagangan BEI 2022, di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (3/1).

Airlangga: Digitalisasi Jadi Game Changer Tingkatkan Kesejahteraan

Jumat, 26 Aug 2022 | 20:55 WIB
Herman (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan,  tahun 2035 Indonesia akan menghadapi bonus demografi dan ini menjadi momentum  untuk meningkatkan kesejahteraana. Untuk dapat mencapai hal tersebut, dewasa ini yang menjadi game changer adalah transformasi digital.

Hingga tahun 2030, Indonesia diperkirakan membutuhkan talenta digital sebanyak 9 juta orang. Pengembangan keterampilan digital diperkirakan akan memberikan kontribusi senilai Rp 4.434 triliun kepada PDB di tahun 2030 atau setara dengan 16% dari PDB.

Airlangga menyampaikan, pemerintah juga telah memberikan dukungan pengembangan talenta digital melalui berbagai program seperti kartu pra kerja, gerakan nasional literasi digital, digital talent scholarship, digital leadership academy, dan sea labs academy.

“Dalam perjalanan panjang, kita harus selalu berubah. Saya yakin basis dari perguruan tinggi bisa membuat kita beradaptasi. Bahkan bukan hanya adaptasi tapi transformasi,” kata Airlangga Hartarto saat menjadi distinguished guest speaker pada acara UPH Festival 2022 dengan tema “Change Mind and Hearts” di Grand Chapel Universitas Pelita Harapan, Jumat (26/8/2022).

Advertisement

Airlangga juga menyampaikan, dunia yang saat ini tengah menghadapi tantangan yang disebut the perfect Ssorm atau 5C, yaitu covid-19, conflict, climate change, commodity price, dan cost of living. Indonesia sendiri punya ketahanan yang baik di mana ekonomi berhasil tumbuh sebesar 5,44% (yoy) pada triwulan II 2022.

“Indonesia mampu menangani pandemi dengan bantalan atau shock absorber yaitu APBN. Indonesia termasuk ke dalam upper middle income country dan tidak seperti negara lain yang memiliki saving, sehingga pemerintah memberikan perlindungan sosial dan subsidi untuk masyarakat,” ungkap Airlangga.

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com