Selasa, 28 Maret 2023

Pemerintah Optimis Anggaran Belanja akan Terserap Optimal pada Kuartal IV 2022

Arnoldus Kristianus
5 Nov 2022 | 19:19 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi APBN. Sumber: youtube
Ilustrasi APBN. Sumber: youtube

 BOGOR, investor.id - Kementerian Keuangan(Kemenkeu) optimis bisa menggunakan sisa anggaran belanja Rp 1.192,5 triliun secara optimal pada kuartal IV 2022.  Catatan Kemenkeu menunjukan realisasi belanja negara hingga September 2022 baru 61,6% atau Rp 1.913,9 triliun dari pagu Rp 3.106,4 triliun. Dengan realisasi tersebut pemerintah masih harus merealisasikan anggaran belanja Rp 1.192,5 triliun hingga akhir tahun 2022.

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara Made Arya Wijaya mengatakan secara historis tren belanja pada kuartal IV 2022 berada di kisaran Rp 900 triliun sampai Rp 970 triliun. Sedangkan selisih antara Rp 1.192,5 triliun dengan Rp 900 triliun akan digunakan untuk membayar subsidi dan kompensasi Bahan Bakar Minyak(BBM).

“Kami optimis akan terserap sampai akhir tahun, karena normalnya begitu secara tren historis. Pada kuartal IV belanja kita selalu mencapai Rp 900 triliun selama tiga bulan," ucap Made dalam media gathering di di Swiss Belhotel Bogor pada Jumat (4/11)malam.

Kemenkeu Sebut Realisasi Anggaran PCPEN Baru 56,2%

Made merinci jika dilihat pada kuartal IV realisasi belanja bisa menyentuh angka Rp 900 triliun karena terjadi lonjakan belanja. Kegiatan belanja barang dan belanja modal kita yang dilaksanakan secara kontraktual biasanya jatuh tempo di bulan Desember.

“Pembayaran termin akan berakhir di Desember, sehingga transaksi akan selalu naik di kuartal IV khususnya di November dan Desember,” kata Made.

Dia menuturkan jika melihat pola belanja secara kontraktual , pemerintah baru membayarkan uang muka 20% dari nilai proyek. Pembayaran akan dilanjutkan secara bertahap sesuai dari progres proyek. Hal ini menyebabkan tagihan kepada pemerintah akan meningkat pada akhir tahun.

Kemenkeu Pastikan Dampak Hilirisasi Signifikan pada Devisa Negara 

“Rata-rata kalau kontraktor bagus, yang modalnya cukup baik, yang modalnya cukup baik, mereka malas wara-wiri. Dengan uang muka saja cukup kok, nanti ditagih pada bulan Desember. Makanya tagihan biasanya menumpuk di Desember,” kata Made.

Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan belanja negara di kuartal IV akan diarahkan untuk mendorong sisi permintaan (domestik demand) sebagai penopang pertumbuhan ekonomi. Pada kuartal IV banyak anggaran yang akan dioptimalkan.

Kemenkeu Optimistis Inflasi Terjaga di Bawah 6% pada 2022

"Tapi di kuartal IV ini banyak sekali kebijakan fiskal dengan tujuan membelanjakan alokasi yang sudah ditetapkan. Kami berharap ini semua bisa dukung permintaaan dalam negeri di saat ekonomi global, permintaannya melemah,"kata Sri Mulyani. (ark)

Editor: Frans (ftagawai@gmail.com)

Baca Berita Lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 5 jam yang lalu

Indonesia Usung Tiga Prioritas dalam Keketuaan Asean 2023

Recovery–rebuilding, difokuskan pada upaya untuk pemulihan dan kebangkitan ekonomi dari pandemi Covid-19 yang melanda semua negara.
Market 5 jam yang lalu

Pendapatan Emiten Grup Djarum (TOWR) Melonjak, Laba Naik Tipis-tipis

Sarana Menara Nusantara (TOWR), emiten menara telekomunikasi milik Grup Djarum, mencetak pendapatan Rp 11,03 triliun pada 2022.
Finance 5 jam yang lalu

Sinarmas Asset Management Raih Penghargaan Best Mutual Fund 2023

Sinarmas Asset Management meraih penghargaan Best Mutual Fund tahun 2023 dari Infovesta Utama bekerjasama dengan Majalah Investor B-Universe
Business 5 jam yang lalu

Kinerja Bisnis Pengolahan dan Petrokimia Pertamina Lampaui Target

optimasi kilang dilakukan dengan menghasilkan produk bernilai tinggi
Lifestyle 5 jam yang lalu

Perempuan Harus Bisa Tingkatkan Kapasitas dan Kepercayaan Diri

Kaum perempuan bisa menempuh jalannya masing-masing dan berdampak positif, sesuai bidangnya.
Copyright © 2023 Investor.id