Menu
Sign in
@ Contact
Search
Dody Budi Waluyo. Foto: IST

Dody Budi Waluyo. Foto: IST

BI Proyeksi Inflasi November Capai 5,5%.

Jumat, 18 November 2022 | 15:34 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi pada November 2022 akan turun ke level 5,5%  secara tahunan (year on year/yoy) dari bulan sebelumnya yang mencapai 5,71% (yoy). Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengatakan, perkiraan angka inflasi ini memang masih tinggi dan perlu diturunkan. Namun, inflasi Indonesia ini masih relatif lebih baik dari negara lain.

"Kita punya inflasi yang meningkat tetapi dalam tren yang sebenarnya peaknya (puncaknya) sudah mulai tercapai. Di bulan ini angka inflasinya bahkan dalam hitungan survei kita sudah menuju ke angka 5,5 persen," ujarnya saat acara Flagship Event Diseminasi Laporan Nusantara serta Launching Buku Kajian Manufaktur dan Pariwisata, Jumat (18/11).

BI Pangkas Perkiraan Inflasi Tahun Ini Menjadi 5,9%

BI terus berupaya untuk menurunkan ekspektasi inflasi dan memastikan inflasi inti ke depan kembali ke  sasaran 3%  lebih awal, yaitu ke paruh pertama 2023 dengan memperkuat respons kebijakan moneter. Lebih lanjut, BI memperkuat koordinasi bersama Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Gerakan Nasional Pengendali Inflasi Pangan (GNIP).

Kemudian BI menaikkan suku bunga acuan BI menjadi ke level 5,25%. Namun, dalam memutuskan kebijakan ini BI tentu telah memperhitungkan dampaknya ke pertumbuhan ekonomi nasional.

"Jangan gunakan kebijakan suku bunga kalau sumber masalah inflasinya bukan dari sisi permintaan. Kalau dari sisi supply akan menjadi Sayang kalau kita menaikkan suku bunga untuk inflasi yang justru akan overkill kepada pertumbuhan. Kalau permasalahannya karena likuiditas, harus kita ada normalisasi itu likuiditas sebelum kita menaikkan suku bunga," jelasnya.

Menkeu Pamer PDB Riil Indonesia Sudah di Atas Pra Pandemi

Sementara itu, kinerja ilai tukar rupiah juga dalam kondisi yang bisa dikatakan memang melemah, tapi terus akan dikawal untuk menjaga stabilitas. 

Disamping itu, faktor fundamental ekonomi Indonesia realtif cukup baik dibandingkan negara lain. Hal ini terlihat pada pertumbuhan ekonomi nasional di Kuartal III 2022 sebesar 5,72 persen yoy.

"Kita punya pertumbuhan yang kemarin di atas ekspektasi bahkan di dalam G20 kita termasuk 3 negara tertinggi dari sisi pertumbuhan ekonomi untuk Kuartal III," kata Dody.

Sebagai informasi, pada Oktober 2022 tercatat inflasi indeks harga konsumen (IHK) sebesar 5,71% yoy, masih di atas sasaran 3%, meskipun lebih rendah dari prakiraan dan inflasi bulan sebelumnya sebesar 5,95% yoy.

Inflasi kelompok volatile food turun menjadi 7,19% yoy, inflasi administered prices tercatat sebesar 13,28% yoy dan perlu penguatan koordinasi untuk memitigasi dampak lanjutan dari penyesuaian harga BBM dan tarif angkutan agar lebih rendah. Sementara itu, inflasi inti tercatat sebesar 3,31% yoy, lebih tinggi dari bulan sebelumnya sejalan dengan dampak rambatan dari penyesuaian harga BBM dan meningkatnya ekspektasi inflasi. 

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com