Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi pajak. (Pixabay)

Ilustrasi pajak. (Pixabay)

Penerimaan Pajak Oktober Rp 1.448,1 Triliun, Sri Mulyani: Naik Luar Biasa

Kamis, 24 November 2022 | 20:29 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, hingga Oktober 2022, penerimaan pajak mencapai Rp 1.448,17 triliun atau telah mencapai 97,5% dari target dalam Perpres 98/2022 yang sebesar Rp 1.485 triliun.

"Ini growth-nya 51,8%, naik luar biasa dibandingkan periode Januari-Oktober 2021 yang hanya mencapai Rp 953,8 triliun," jelasnya dalam konferensi pers APBN KiTA, Kamis (24/11/2022).

Menkeu mengatakan bahwa penerimaan pajak terus menggambarkan tren positif sejak awal 2022. Catatan positif ini menunjukkan optimisme pada pemulihan ekonomi setelah pandemi Covid-19,

Baca juga: Tren Surplus APBN Berakhir, Pertama Kali Tahun Ini

"Kinerja pajak Oktober masih dipengaruhi oleh tren peningkatan harga komoditas, pertumbuhan ekonomi yang ekspansif, basis rendah tahun 2021, serta implementasi UU HPP," kata Sri Mulyani.

Realisasi penerimaan pajak pada periode Januari-Oktober 2022 terdiri atas PPh Non Migas yang mencapai Rp 784,4 triliun atau terealisasi 104,7% dari target.

Baca juga: Dipungut Mulai Juli 2022, Pemerintah Sudah Kantongi Pajak Digital Rp 9,17 Triliun

Kemudian, PPN dan PPnBM yang sudah mencapai Rp 569,7 triliun atau sudah mencapai 89,2% dari target, PPh Migas sudah berhasil terkumpul sebanyak Rp 67,9 triliun atau telah mencapai 105,1% dari target. Serta PBB dan pajak lainnya sudah terealisasi Rp 26 triliun atau 80,6% dari target.

Kendati demikian, jika dilihat pertumbuhannya secara bulanan, Sri Mulyani mulai khawatir karena pertumbuhan penerimaan pajak mulai mengalami normalisasi atau melandai,

Lantaran pertumbuhan pajak pada Oktober 32,7%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan September yang mencapai 27,6%.

Baca juga: BI Proyeksi Inflasi November Capai 5,5%.

Namun pertumbuhan pajak pada September dan Oktober tersebut sangat rendah dibandingkan pertumbuhan penerimaan pajak pada bulan Juni-Agustus yang rata-rata pertumbuhannya mencapai 54% hingga 58%.

"Growth bulanan sudah menunjukan agak melandai. Kalau tadi growth-nya overall headline-nya di atas 50% secara tahunan, tapi secara bulanan menggambarkan kembali ke level yang tidak setinggi seperti headlinenya, yaitu 27% hingga 32%," jelasnya.

Baca juga: Menkeu: Konsumsi Menengah Atas Sumber Pertumbuhan Ekonomi

Dengan demikian, tren ini masih harus dilihat karena tahun ini basisnya sangat tinggi. Disisi lain, peningkatan pertumbuhan pajak pada Oktober, disebabkan adanya pembayaran kompensasi BBM, tanpa ini pertumbuhan penerimaan pajak hanya 20%.

Tak hanya itu, ia memperkirakan tren perlambatan pertumbuhan penerimaan pajak akan berlanjut hingga akhir 2022. Hal ini lantaran meningkatnya restitusi dan tingginya basis penerimaan di akhir tahun 2021.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com