Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi pabrik petrokimia LOTTE Chemical.

Ilustrasi pabrik petrokimia LOTTE Chemical.

Morgan Stanley: 2023 Negara Maju Menuju Resesi, Negara Berkembang Berangsur Pulih 

Sabtu, 3 Des 2022 | 11:11 WIB
Majalah Investor (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Morgan Stanley (MS)  merilisi riset terbaru mengenai global economics outlook yang berjudul Even Darker Before the Dawn”. Menurut Morgan Stanley, perekonomian dunia cencerung mengalami perlambatan, dan diprediksikan berisiko akan menurun tahun depan.

"Dengan pertumbuhan 3,0% tahun 2022, (dunia) berada di titik cukup aman dari ambang resesi. Ekonomi global pada 2023 akan lebih lambat lagi, kami memperkirakan 2,2%, dengan ekonomi negara berkembang (EM) mengungguli negara maju (DM)," demikian tulis Morgan Stanley. 

Laporan  ini disusun bersama oleh Seth B Carpenter, Rajeev Sibal, Diego Anzoategui, Cristina Arbelaez, Ellen Zentner, Chetan Ahya, Jens Eisenschmidt, Robin Xing, Andre Loes, Fernando D Sedano, Takeshi Yamaguchi Derrick Y Kam, Upasana Chachra, Alina Slyusarchuk, Chris Read, Bruna Skarica, Hande Kucuk,  dan Lenoy Dujon.

Riset Morgan Stanley: ESG Disclosure di Asia Pasifik Meningkat Tipis

Advertisement

Ditegaskan bahwa perlambatan angka pertumbuhan akan diiringi dengan penurunan risiko.  Perlambatan tersebut diharapkan menjadi pendorong kerjasama ekonomi antar negara. Ekonomi negara maju diprediksi  cenderung mendekati resesi, sedangkan ekonomi negara emerging market justru  berangsur pulih.

Sementara itu, tren inflasi  memuncak tahun ini dan berangsur turun tahun depan. Secara global,  inflasi memuncak pada Q4 tahun ini. Stabilitas dalam harga minyak dunia dan meningkatnya pasokan pangan global akan membantu menstabilkan angka inflasi.

Untuk inflasi inti, penurunan permintaan dan pemulihan rantai pasokan yang berkelanjutan akan membantu menurunkan inflasi barang konsumen. "Pertumbuhan yang lebih lambat, permintaan yang lebih lemah, dan normalisasi pasar tenaga kerja akan menghasilkan tingkat inflasi yang lebih rendah," demikian Morgan Stanley. 

Bank sentral negara maju  dilaporkan sedang menuju ke area berbahaya dan kemungkinan bertahan sepanjang tahun 2023. The Fed diprediksi akan mempertahankan suku bunga pada titik setinggi mungkin dengan inflasi inti yang kuat. "Pada negara pasar berkembang,  bank sentral Asia akan mengurangi kenaikan suku bunga secepatnya setelah dolar AS menggapai titik puncak, mengingat tekanan inflasi regional yang lemah," lanjut Morgan Stanley.

Morgan Stanley: Inflasi Asia Sudah di Puncaknya Dibandingkan AS dan Eropa

Pada sisi lain,  ketidakstabilan harga komoditas akan mendorong periode kenaikan inflasi yang dikombinasikan dengan gangguan dalam rantai pasokan.  Hal ini  dipicu guncangan geopolitik. Dalam skenario ini, bank sentral negara maju harus menaikkan suku bunga lebih dalam ke wilayah berbahaya, mendorong resesi global yang lebih besar dan risiko stabilitas keuangan yang lebih tinggi. Harga komoditas yang lebih tinggi, suku bunganegara maju yang lebih tinggi, dan penguatan dolar yang berkelanjutan  akan merugikan ekonomi  negara berkembang.

Sisi positifnya adalah resolusi yang lebih cepat dari guncangan ekonomi tahun 2022Meski demikian, efek positif sesungguhnya terbatas karena suku bunga yang lebih ketat, normalisasi rantai pasokan barang konsumen yang lebih cepat dan pengurangan gesekan pada pasar tenaga kerja DM dapat mengakibatkan penurunan inflasi yang lebih tajam dan luas.

Jokowi Optimistis Ekonomi 2023 Tumbuh 5,3%

Hambatan dalam ekspektasi suku bunga AS dapat membantu prospek dolar AS dan sebagai akibat, ekonomi EM akan bereaksi terhadap kenaikan suku bunga bank sentral DM. Meskipun pertumbuhan global lebih cepat, pemulihan rantai pasokan yang lebih cepat akan membantu penurunan harga barang yang cepat, meredam inflasi secara keseluruhan.

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : Majalah Investor

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com