Menu
Sign in
@ Contact
Search
Frans Seda, Menteri Keuangan Republik Indonesia, periode 1966-1968

Frans Seda, Menteri Keuangan Republik Indonesia, periode 1966-1968

Kisah Frans Seda, Peletak Dasar Perekonomian Indonesia yang Disanjung Sri Mulyani

Sabtu, 21 Jan 2023 | 10:32 WIB
Frans S. Imung (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyangnjung mantan Menkeu Frans Seda sebagai tokoh yang sangat berperan membangun fondasi perekonomian Indonesia. Tokoh kelahiran Flores bernama asli Fransiskus Xaverius Seda itu menginspirasi lewat prinsip balance budget dalam pengelolaan keuangan negara.

Dengan berpegang teguh pada prinsip itu, kata Sri Mulyani, perekonomian Indonesia periode 1966-1968 yang sempat diserang krisis hyperinflation hingga 600% bisa kembali stabil.

“Bapak Frans Seda merupakan teknokrat yang membangun fondasi perekonomian Indonesia dengan disiplin anggaran. Maka berbagai bentuk kebijakan kebijakan turunan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dimulai," ujar Sri Mulyani ketika menjadi keynote speaker pada seminar nasional bertema ‘Merajut Nilai Keutamaan Frans Seda dalam Menata Kemajuan Bangsa”, yang digelar di Jakarta, Jumat (21/1/2022).

Sri Mulyani Terinspirasi Frans Seda, Teknokrat Pertama yang Bangun Fondasi Ekonomi

Advertisement

Pria yang pernah menjadi Menteri Perkebunan dan Menteri Pertanian era Soekarno, serta Menteri Keuangan dan Menteri Peruhbungan era Soeharto itu juga disanjung karena warisan kebijakan yang sangat menentukan kemajuan ekonomi Indonesia saat ini. Salah satunya lewat kejelian memanfaatkan kekayaan sumber daya alam Indonesia yang berlimpah untuk kemakmuran rakyatnya.

Lewat terobosan itu, Frans Seda dinilai berjasa mentransformasikan peran strategis Kementerian Keuangan RI, termasuk dalam mengoptimalkan penerimaan negara.

"Di situlah letak peranan dari Frans Seda dalam mentransformasikan Kementerian Keuangan sebagai pengelola keuangan negara. Kegiatan ekonomi harus bisa menghasilkan penerimaan negara yang diatur oleh Undang-Undang dalam bentuk pajak dan penerimaan kepabeanan serta cukai," ucapnya.

Warisan kebijakan strategis itu dapat dilihat dari peran Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai saat ini. Frans Seda menginisiasi dengan membentuk Direktorat Jenderal Iuran Negara sebelum dipecah menjadi dua direktorat.

Sri Mulyani.

"Kedua Direktorat tersebut, yaitu Pajak dan Bea Cukai adalah cikal bakal bagi pengelolaan penerimaan negara hingga saat ini dan terus menjadi salah satu fondasi untuk terus menopang pembangunan Indonesia," tegas Sri Mulyani.

Sri Mulyani : Inflasi RI lebih Rendah dari Negara G20

Karena berbagai warisan kebijakan strategis itu, Sri Mulyani menganku Frans Seda sebagai tokoh yang menginspirasinya dalam menjalankan komitmen nasional. Ia pun menyebut Frans Seda sebagai teknokrat generasi pertama peletak dasar pembangunan ekonomi Indonesia.

"Beliau adalah teknokrat generasi pertama yang membangun fondasi perekonomian dan keuangan negara. Sosok guru yang mengajarkan kepada saya sebuah komitmen nasional tanggung jawab dan prinsip-prinsip teguh untuk bisa mencapai sebuah cita-cita atau mewujudkan ide," ujar Sri Mulyani.

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : Majalah Investor

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com