Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dalam Konferensi Pers Realisasi Investasi Triwulan IV Tahun 2022 di Kantor Kementerian Investasi/BKPM, Jakarta, Selasa (24/1/2023). (B-Universe Photo/Arnoldus Kristianus)

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dalam Konferensi Pers Realisasi Investasi Triwulan IV Tahun 2022 di Kantor Kementerian Investasi/BKPM, Jakarta, Selasa (24/1/2023). (B-Universe Photo/Arnoldus Kristianus)

Pertumbuhan Investasi 2022 Tertinggi Sepanjang Sejarah

Selasa, 24 Jan 2023 | 20:45 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, realisasi investasi sepanjang tahun 2022 mencapai Rp 1.207,2 triliun, tumbuh 34% secara tahunan (year on year/yoy).

Jika dilihat dari pertumbuhan tahunan, terjadi pertumbuhan investasi yang pesat pada 2022, bahkan tertinggi sepanjang sejarah.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, angka tersebut berada di atas target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yang sebesar Rp 986 triliun untuk tahun 2022.

Baca juga: Realisasi Investasi Rp 314,8 Triliun, Serap Banyak Tenaga Kerja

Advertisement

Angka tersebut juga melampaui target investasi 2023 yang dipatok Presiden Jokowi sebesar Rp 1.200 triliun. Dari investasi yang masuk sepanjang 2022, pemerintah berhasil melakukan penyerapan tenaga kerja sebanyak 1.305.001 orang.

“Alhamdullilah, kita mampu mencapai Rp 1.207,2 triliun secara year on year, tumbuh 34%. Ini salah satu pertumbuhan investasi yang terbesar sepanjang sejarah. Untuk Indonesia selama republik ini berada, pertumbuhan tahunan yang paling besar 34%,” kata Bahlil dalam konferensi pers Realisasi Investasi Triwulan IV Tahun 2022 di Kantor Kementerian Investasi/BKPM, Jakarta, Selasa (24/1/2023).

Baca juga: Indonesiasentris, Realisasi Investasi di Luar Pulau Jawa Lebih Besar

Adapun realisasi investasi dalam bentuk Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 654,4 triliun atau 54,2% dari total investasi selama tahun 2022. Secara year on year, realisasi PMA tumbuh 44,2%.

Tingginya pertumbuhan realisasi PMA hingga 44,2% menunjukkan bahwa Indonesia tetap dipandang positif di tengah gejolak perekonomian dunia.

“Ini adalah dampak kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi, sekaligus melahirkan kepercayaan bagi para investor yang masuk ke Indonesia,” tutur Bahlil.

Sementara itu, realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp 552,8 triliun atau 45,8% dari total investasi selama tahun 2022. Secara year on year, pertumbuhan realisasi PMDN mencapai 23,6%.

Baca juga: Net Buy Lagi, Asing Serok Saham GOTO

“Dalam sejarah PMDN biasanya tumbuh tak lebih dari 15%. Ini tumbuh 23,6%. Artinya yang percaya bukan hanya investor asing, tetapi pengusaha lokal percaya terhadap apa yang dilakukan pemerintah dan bagaimana ekonomi kita ke depan,” tandasnya.

Jika dilihat secara spasial, realisasi investasi di Pulau Jawa mencapai Rp 570,9 triliun atau 47,3% dari total investasi selama tahun 2022. Secara year on year, realisasi investasi di Pulau Jawa mencapai 31,9%.

Sedangkan realisasi investasi di luar Pulau Jawa mencapai Rp 636,3 triliun atau 52,7% dari total investasi selama tahun 2022. Secara year on year, realisasi investasi di luar Pulau Jawa mencapai 35,9%.

Baca juga: BASF-Eramet Finalisasi Investasi Smelter Nikel di Indonesia Rp 39 T untuk Baterai EV

Lalu, lima besar lokasi untuk gabungan PMA dan PMDN pada Januari sampai Desember 2022 adalah Jawa Barat sebesar Rp 174,6 triliun, DKI Jakarta Rp 143 triliun, Sulawesi Tengah Rp 111,2 triliun, Jawa Timur Rp 110,3 triliun, dan Riau Rp 82,5 triliun.

Adapun lima besar sektor gabungan PMA dan PMDN Januari sampai Desember 2022 adalah industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya Rp 171,2 triliun; pertambangan Rp 136,4 triliun; transportasi, gudang, dan telekomunikasi Rp 134,3 triliun; perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp 109,4 triliun; industri kimia dan farmasi Rp 93,6 triliun

Secara kumulatif, lima besar negara asal investasi adalah Singapura senilai US$ 13,3 miliar, Tiongkok US$ 8,2 miliar, Hong Kong US$ 5,5 miliar, Jepang US$ 3,6 miliar, dan Malaysia US$ 3,3 miliar.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com