Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Indef Sarankan Pemda Benahi Infrastruktur Terkait Investasi

Kamis, 6 Desember 2012 | 10:11 WIB
Antara (redaksi@investor.id)

JAKARTA- Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Firmansyah Rahim mengakui masih rendahnya diversifikasi atau keragaman nilai daya tarik wisata di Indonesia.

"Salah satu permasalahan daya saing pariwisata kita adalah dari sisi pengembangan daya tarik wisata. Kita akui Indonesia memang masih kurang dalam hal diversifikasi nilai daya tarik wisata," katanya di Jakarta, Rabu (5/12).

Ia mengatakan, relatif rendahnya daya saing kepariwisataan nasional menunjukkan masih banyaknya indikator daya saing pariwisata di Indonesia yang masih menghambat pembangunan kepariwisataan nasional.

Menurut dia, salah satu yang masih lemah adalah dalam hal perintisan untuk membuka dan membangun daya tarik wisata baru di destinasi pariwisata sesuai dengan kecenderungan minat pasar.

"Selain itu juga kita lemah dalam hal manajemen potensi daya tarik wisata dan masih belum berkembangnya inovasi manajemen produk dan kapasitas daya tarik wisata," katanya.

Firman sekaligus menyayangkan belum adanya upaya terpadu untuk menangani revitalisasi daya tarik wisata di destinasi-destinasi yang mengalami degradasi.

"Hal lain adalah lemahnya kualitas sumber daya manusia dan dukungan pembangunan prasarana umum dan fasilitas pariwisata," katanya.

Menurut dia, pembangunan destinasi pariwisata pada dasarnya tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan saja namun juga sebagai upaya untuk mendistribusikannya secara lebih proposional baik dari sisi jumlah maupun pendapatan daerah dan masyarakat.

Pihaknya mencatat secara nasional, angka kunjungan dan pendapatan dari wisatawan selalu tumbuh dengan baik lebih tinggi dari rata-rata dunia dan lebih tinggi dari total PDB.

"Namun dari sisi pemerataan masih terjadi kesenjangan manfaat yang diterima oleh daerah," katanya.

Untuk merintis destinasi baru yang potensial dan belum berkembang pihaknya mengembangkan sejumlah strategi di antaranya melalui dukungan pengelolaan kelembagaan dan keterpaduan dengan menerapkan manajemen dan regulasi yang sinergistik.

"Kami juga mengembangkan fasilitasi tata kelola destinasi, mendorong terbentuknya lebih banyak kawasan strategis pariwisata nasional, dan mendorong kemajuan destinasi melalui PNPM Mandiri Bidang Pariwisata," katanya.

Selain itu, pihaknya mengembangkan wisata minat khusus, fasilitasi investasi di bidang pariwisata, dan meningkatkan koordinasi dengan para pemangku kepentingan secara lintas sektoral dalam pembangunan pariwisata nasional.(ant/hrb)

Editor : herry barus (herrybarus@yahoo.com.au)

BAGIKAN