Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers pada Senin (5/4).

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers pada Senin (5/4).

Airlangga Prediksi Anggaran Rp 215 Triliun dari THR Bisa Masuk Pasar

Rabu, 7 April 2021 | 22:50 WIB
Lenny Tristia Tambun

JAKARTA, investor.id  - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Airlangga Hartarto mengatakan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) dapat menggerakkan roda perekonomian. Ia memprediksikan dari pembayaran THR, anggaran yang masuk ke pasar bisa mencapai Rp 215 triliun.

Airlangga mengatakan momentum positif penanganan pandemi juga harus tetap terjaga yang diikuti keseimbangan terhadap pemulihan ekonomi nasional. Berkaitan dengan itu, untuk mendorong konsumsi masyarakat maka pemerintah mendorong pihak swasta untuk memberikan THR bagi para karyawannya mengingat sejumlah fasilitas dan insentif kepada sejumlah sektor yang telah diberikan pemerintah.

"Melalui pembayaran THR, estimasi anggaran yang bisa masuk ke pasar adalah Rp215 triliun," kata Airlangga Hartarto saat memberikan keterangan pers seusai sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (7/4/2021).

Pemerintah mendorong perusahaan-perusahaan itu membayar THR, Airlangga mengungkapkan salah satunya karena terjadi kenaikan penjualan kendaraan di bulan Maret sebesar 143 persen. Kemudian PPN ditanggung pemerintah, sehingga mengakibatkan kenaikan penjualan di bulan Maret. Juga di sektor perumahan, pemerintahan juga telah memberikan keringanan.

Di sektor horeka (hotel, restoran dan kafe), Airlangga menjelaskan Kementerian Keuangan telah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 32 tahun 2021 yang memberikan penjaminan kredit kepada sektor horeka.

"Dimana diberikan grace period selama tiga tahun dan klaster usahanya dari Rp 5 miliar sampai Rp 1 triliun dengan pinjaman minimum Rp 5 miliar. Khusus untuk kafe dan restoran bisa menggunakan skema KUR, dimana KUR diusulkan untuk memperpanjang 3 persen sampai tahun 2021, dan tentunya pemerintah menyiapkan subsidi bunga sebesar Rp 8,15 triliun," jelas Airlangga.

Sementara itu, pemerintah juga mempercepat penyaluran sejumlah bantuan dan perlindungan sosial untuk menggerakkan konsumsi masyarakat yang diharapkan akan memacu pertumbuhan perekonomian nasional.

"Pemerintah juga mendorong hari belanja nasional di H-10 dan H-5 di mana hari belanja nasional melalui online itu ditujukan untuk produk nasional dan pemerintah akan mensubsidi ongkos kirim dengan menyiapkan Rp 500 miliar," jelas Airlangga Hartarto.

Tidak hanya itu, lanjutnya, pemerintah juga akan mempercepat penyaluran bantuan sosial (bansos) dalam bentuk Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako dan bantuan langsung tunai (BLT), dari awalnya Juni, menjadi awal Mei.

"Untuk subsidi bansos beras selama bulan ramadan, dimana bansos beras itu menyalurkan beras dari Bulog. Sehingga Bulog bisa memperoleh dana sekitar Rp 2 triliun. Dan dana itu bisa untuk membeli gabah rakyat sebesar 440.000. Juga tentunya percepatan perlindungan sosial sebesar Rp 14,12 trilliun. Sehingga tentu harapannya PDB di kuartal kedua bisa tumbuh positif," terang Airlangga Hartarto.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN