Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Shinta Kamdani. Foto: IST

Shinta Kamdani. Foto: IST

Apindo Khawatir Penurunan Anggaran PEN 2021 Pengaruhi Upaya Pemulihan

Kamis, 26 November 2020 | 22:50 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) tahun depan sebesar Rp 372,1 triliun atau turun 46% dibandingkan anggaran PEN tahun ini sebesar Rp 695,2 triliun dapat mengganggu proses pemulihan ekonomi di tahun depan.

“(Penurunan Anggaran PEN) jelas kami khawatirkan akan mempengaruhi Pemulihan ekonomi Indonesia di tahun 2021”jelas Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani dalam Webinar Proyeksi Ekonomi Indonesia 2021, Kamis (26/11).

Menurutnya pemulihan ekonomi di 2021, juga tergantung dari pengendalian Covid-19 dapat berjalan cepat atau lambat dan vaksinasi.Kendati begitu kedua faktor tersebut dinilainya belum ampuh untuk bisa meningkatkan confident ekonomi domestik secara signifikan sehingga itu menjadi kekhawatiran dunia usaha.

Lebih lanjut Apindo mencatat total tenaga kerja yang dirumahkan di masa pandemi Covid-19 sudah tembus 6 juta orang yang dirumahkan  merupakan data terbaru di asosiasi.

Hal ini pun memberikan dampak negatif terhadap ekonomi secara keseluruhan. Pasalnya, tenaga kerja yang dirumahkan biasanya tak mendapatkan gaji yang berimplikasi pada penurunan konsumsi rumah tangga.

Butuh 3 Juta Lapangan Pekerjaan  

Dengan begitu, Shinta menyebut untuk mengembalikan pertumbuhan ekonomi kembali sebelum pandemi Covid-19, maka dibutuhkan lebih dari tiga juta lapangan kerja untuk mengembalikan pertumbuhan ekonomi ke level pra-Covid-19. Hal tersebut diyakininya dapat mendorong daya beli konsumsi rumah tangga.

"Apabila kinerja ekonomi Indonesia ingin dikembalikan sebelum pra-Covid-19. Indonesia minimal harus menciptakan lebih dari 3 juta lapangan kerja untuk mengembalikan daya beli masyarakat ke level sebelum pandemi," tuturnya.

Shinta mengatakan, lesunya ekonomi nasional di masa pandemi lebih disebabkan oleh turunnya permintaan konsumsi rumah tangga, seiring banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK) dan pengangguran akibat pandemi.

Oleh karena itu, pihaknya meminta saat ini pemerintah untuk segera menyediakan lapangan kerja guna menstimulus tingkat daya beli masyarakat. Alhasil diyakini dapat memutus tren negatif pertumbuhan ekonomi Indonesia yang telah berlangsung selama dua kuartal berturut-turut pada tahun ini.

" Jadi konsumsi domestik driver pertumbuhan ekonomi  nasional supaya bisa pulih level sebelum pandemi,ini menjadi pekerjaan rumah yang sangat berat bagaimana tingkatkan ciptakan lapangan pekerjaan,”tuturnya.

 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN