Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
BPP Hipmi Bidang Investasi, Infokom & Kerjasama Internasional mengadakan rapat dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

BPP Hipmi Bidang Investasi, Infokom & Kerjasama Internasional mengadakan rapat dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

Audiensi dengan Kemenlu, Hipmi Janji Bawa Anggotanya Bisa Ekspor

Gora Kunjana, Rabu, 12 Februari 2020 | 19:04 WIB

JAKARTA, investor.id – Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) Bidang Investasi, Infokom & Kerjasama Internasional mengadakan rapat dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Dalam rapat tersebut, banyak hal yang didiskusikan antara kedua belah pihak.

Ketua Bidang Investasi, Infokom & Kerjasama Internasional BPP Hipmi Dede Indra Permana Sudiro membahas hal-hal strategis Indonesia, seperti potensi-potensi bisnis yang ada di daerah Indonesia seperti Jawa Tengah, Jawa Timur dan wilayah lainnya.

“Hipmi janji bawa anggota bisa ekspor atau bawa pasar ke luar negeri. Ini harus menjadi kekuatan Hipmi ke depan bagaimana bisa membawa anggotanya ke pasar internasional. Punya produk unggul dan menguasai domestik harus juga go international. Insyallah Hipmi turut mendampingi,” ujar Dede dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Staf Ahli Bidang Diplomasi Ekonomi Kementerian Luar Negeri Ina Hagniningtyas Krisnamurthi memberikan tanggapan mengenai isu strategis yang dibahas. Dia mengatakan bahwa Raja Belanda akan datang dan berkunjung ke Indonesia.

BPP Hipmi Bidang Investasi, Infokom & Kerjasama Internasional mengadakan rapat dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).
BPP Hipmi Bidang Investasi, Infokom & Kerjasama Internasional mengadakan rapat dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

Pada kesempatan yang sama, akan diadakan event dengan fokus kegiatan kepada Trade, Tourism, dan Investasi.

“Direncanakan bahwa delegasi Belanda akan bawa 190 pengusaha ke Indonesia. Kemungkinan akan dilaksanakan di bulan Maret,” ucapnya.

Tidak hanya itu, Pihak Kemenlu akan mengadakan Program Bisnis di beberapa tema seperti kesehatan, water management, dan infrastructure. Pada Juni mendatang, ada pertemuan dengan Spanyol dan Portugal, karena misi bisnis dari Kemenlu untuk mengembangkan daerah Timur.

“Akan ada event khusus mengenai kopi dengan Inggris pada April mendatang. Potensi ini sangat besar semenjak ada Brexit, karena Inggris ingin meningkatkan impor kopi dari negara-negara di Asia, Indonesia yang terbesar,” ungkapnya.

Terkait dengan ekonomi kreatif, akan ada promosi pariwisata Indonesia di Perancis. Bagi yang ingin tampil atau menghadiri pameran di Perancis, bisa menghubungi Kemenlu melalui BPP Hipmi Bidang Investasi, Infokom & Kerjasama Internasional.

Sedangkan terkait dengan investasi, pada Juni atau September mendatang, Presiden Rusia Vladimir Putin akan datang ke Indonesia dan akan dibuatkan bisnis forum juga oleh Kemenlu pada kesempatan tersebut.

“Rusia memiliki ketertarikan yang tinggi terhadap investasi energi terbarukan. Kemenlu juga akan mengundang para pengusaha Indonesia ke Turki untuk promosi produk-produk Indonesia,” katanya.

Akan ada juga pameran-pameran di Ukraina pada Maret dan Bulgaria di bulan Juni mendatang. Tidak kalah juga dengan Amerika Latin yang terdiri dari 20 negara yang juga memiliki potensi yang sangat besar. Hal ini dilihat dari diadakannya event Indonesia Latin America (INALAC) Business Forum pada September mendatang. Seperti industri tekstil, alas kaki, spare part mobil, otomotif, dan spare part sepatu, bisa dorong industri strategis dan manufaktur yang lain.

Di akhir diskusi, Dede menyatakan ini merupakan kesempatan bagus untuk menggalang pengusaha-pengusaha Indonesia untuk menjajaki pasar di Amerika Latin.

"Oleh karena itu, sesuai juga dengan arahan dari Presiden Joko Widodo, perlunya meningkatkan ekspor dan impor untuk mendongkrak neraca perdagangan Indonesia," tutup Dede yang juga anggota Komisi I DPR RI tersebut.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA