Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Perencanaan Makro dan Analisis Statistik Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti. Foto: bappenas.go.id

Direktur Perencanaan Makro dan Analisis Statistik Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti. Foto: bappenas.go.id

Bappenas: Sektor Industri akan Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi 2022

Selasa, 4 Mei 2021 | 17:33 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Pihak Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional(PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) meyakini  sektor industri akan menjadi motor pertumbuhan ekonomi tahun 2022. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi ditargetkan sebesar 5,8%.

Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, agar perekonomian bisa tumbuh maka sektor investasi dan ekspor harus tumbuh optimal agar bisa melakukan pemulihan ekonomi di tahun 2022. Sebab investasi akan menciptakan lapangan kerja dan ekspor juga berpotensi akan pulih seiring dengan pulihnya ekonomi global.

“Dari sisi produksi perlu  kita garis bawahi sektor industri akan menjadi kunci dan motor pertumbuhan tahun 2022 sehingga diharapkan industri manufaktur kita akan bisa tumbuh di kisaran 5,6 sampai 6,3%,” ucap Amalia dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional 2021 pada Selasa (4/5).

Amalia mengatakan ada dua strategi yang bisa dilakukan untuk mencapai target pertumbuhan industri tersebut. Pertama  pemulihan jangka pendek dari sektor industri dan tenaga kerja dengan cara peningkatan belanja pemerintah dan BUMN untuk produksi dalam negeri. Berikutnya yaitu  meningkatkan akses bahan baku dan bahan penolong, memberikan  stimulus pemulihan dunia usaha.

“Pemulihan jam kerja dan perekrutan tenaga kerja kembali, kawasan industri untuk menampung relokasi investasi dan pendanaan proyek industri,” ucap Amalia.

Kedua yaitu mendorong peningkatan nilai tambah sektor industri. Hal ini dilakukan dengan cara hilirisasi dari  sumber daya alam dan perbaikan rantai pasok berbasis teknologi maju dan orientasi ekspor lalu investasi di bidang teknologi pada sektor prioritas. Pada saat yang sama industri kecil menengah juga didorong untuk menjadi masuk dalam rantai pasok domestik dan global. Pemerintah juga melakukan perluasan pasar ekspor  serta konsolidasi logistik dan pemasaran didukung digitalisasi.

“Semoga ekonomi di tahun 2022 bisa tumbuh lebih tinggi karena ini yang menjadi kunci kita untuk bangkit dari pandemi Covid 19,” tutur Amalia.

Menurut Amalia  sektor yang paling penting untuk kita bisa meningkatkan nilai tambah perekonomian kita adalah sektor industri pengolahan. Sektor ini  juga yang cukup terdampak dari adanya pandemi Covid mulai  dari penurunan kapasitas produksi, pengurangan jumlah tenaga kerja hingga sebagian industri mengalami penghentian operasional. Dalam kondisi normal baru pasca krisis sektor ini berpeluang untuk mengambil peran lebih besar dalam  rantai pasok global.

“Tren percepatan digitalisasi membuka peluang untuk reorientasi pertumbuhan sektor industri menjadi lebih efisien,” ucapnya.   

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN