Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi APBN. Sumber: youtube

Ilustrasi APBN. Sumber: youtube

Baru Sebulan Defisit APBN Capai Rp 45,7 Triliun

Selasa, 23 Februari 2021 | 18:31 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat posisi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2021 sepanjang Januari lalu sebesar Rp 45,7 triliun atau setara 0,26% terhadap produk domestik bruto atau tumbuh tipis dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni 0,23%.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan defisit APBN pada bulan Januari disebabkan oleh penerimaan negara yang loyo, tercatat realisasi hanya  mencapai Rp 100,1 triliun kontraksi 4,8% year on year (yoy) sebab jika dibandingkan tahun lalu pendapatan negara terealisir Rp 105,1 triliun.

Ia mengatakan bahwa realisasi ini ditopang oleh peningkatan penerimaan kepabeanan dan cukai yakni kebijakan tarif cukai dan peningkatan ekspor seiring peningkatan harga komoditas.

“Pendpatan negara keseluruhan  relatif comparable meski komposisi sangat berbeda sebab penerimaan pajak bulan Januari kontraksi 15,3% yoy atau setara Rp  68,5 triliun dan untuk cukai untuk cukai kita terjadi lonjakan dengan realisasi Rp 12,5 triliun atau tumbuh positif hingga 175,3% dibanding periode yang sama tahun lalu  hanya Rp 4,5 triliun,”tuturnya.

Secara rinci, penerimaan negara loyo disebabkan oleh setoran pajak yang masih minim karena dampak virus corona. Hal ini tercermin dari realisasi pajak penghasilan (PPh) Migas sebesar Rp 2,3 triliun, minus 19,8% yoy. Pencapaian PPh Migas lebih buruk dibandingkan pajak nonmigas yang kontraksi Rp 15,2% yoy.

Lebih lanjut, untuk  penerimaan PPh migas  masih minus meskipun harga migas pada bulan lalu lebih tinggi dari periode saat pandemi, tapi terpantau lebih rendah dibandingkan Januari 2020. Sehingga mempengaruhi setoran pajak dari pada wajib pajak di sektor migas.

Selanjutnya untuk penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tercatat sebesar Rp 19,1 triliun atau kontraksi 2,9% yoy. Hal ini disebabkan aktivitas ekonomi dan harga minyak yang belum sepenuhnya pulih.  

Hal berbeda justru terjadi pada belanja negara yang tercatat Rp 145,8 triliun, tumbuh positif 4,2% yoy. Untuk belanja pemerintah pusat tumbuh 32,4% yoy dengan realisasi sebesar Rp 94,7 triliun.  Menurutnya pencapaian belanja selama Januari 2021 ditujukan untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi di tahun ini dari yang sudah berlangsung di akhir tahun lalu. Belanja negara yang tumbuh positif juga didorong oleh peningkatan belanja modal dan bansos untuk mendukung perlindungan pada masyarakat dan percepatan penyelesaian proyek infrastruktur.

“Paling paling penting dalam APBN 2021, sisi belanja karena APBN  instrumen fiskal yang melakukan akselerasi pemulihan terlihat dari belanja semua positif growth dibandingkan Januari tahun lalu,” ujarnya.

Selanjutnya untuk belanja KL tercatat terealisasi Rp 48 triliun atau tumbuh positif 55,6% dan untuk belanja non KL tercatat tumbuh positif 14,8% atau terealisasi Rp 46,6 triliun.

Terakhir, untuk transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) realisasinya sudah mencapai Rp 51,1 triliun, atau kontraksi 25,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.  Kemudian untuk transfer ke daerah terealisasi Rp 50,3 triliun mengalami kontraksi 26 % yoy.  Sementara itu,  dana desa sebesar Rp 0,8 triliun.

Sementara itu realisasi pembiayaan sepanjang Januari 2021 sebesar Rp 165,9 triliun tumbuh 140,7% secara tahunan. Angka tersebut juga setara dengan 16,5% dari outlook pembiayaan hingga akhir tahun ini yang mencapai Rp 1.006,4  Menurutnya realisasi pembiayaan anggaran didukung tren positif pasar keuangan serta aliran modal dan investasi langsung.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN