Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur BI Perry Warjiyo

Gubernur BI Perry Warjiyo

BI Sudah Injeksi Likuiditas Rp 682,4 Triliun

Kamis, 3 Desember 2020 | 20:07 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengumumkan telah melakukan pelonggaran moneter atau quantitative easing (QE) sejak awal tahun hingga awal November sebesar Rp 682,4 triliun.

“BI telah melakukan injeksi likuiditas atau quantitative easing (QE) ke perbankan  sebesar Rp 682 triliun atau 4,4% terhadap Produk Domestik Bruto. Ini merupakan stimulus moneter terbesar diantara negara emerging market lainnya,” tuturnya dalam dalam Pertemuan Tahunan BI secara virtual, Kamis (3/12).

Lebih lanjut ia  mengatakan, strategi moneter akan ditempuh untuk mendukung stance kebijakan moneter tersebut.

Secara rinci, dalam buku Pertemuan Tahunan Bank Indonesia dengan tema Bersinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi, QE dilakukan melalui ekspansi moneter sebesar Rp 511,2 triliun dan penurunan giro wajib minimum (GWM) Rp155 triliun. Ekspansi moneter tersebut ditempuh melalui penyediaan term repo kepada perbankan dengan underlying SBN dan FX swap berjumlah Rp 345,0 triliun.

Ekspansi moneter dilakukan melalui pembelian SBN dari pasar sekunder sebesar Rp 166,2 triliun, sebagai bagian dari kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah yang ditempuh Bank Indonesia.

Selain itu, BI menurunkan kewajiban GWM Rupiah sebanyak 3 kali sebesar 300 bps, sehingga menambah likuiditas sekitar Rp 155 triliun selama tahun 2020.

“Bank Indonesia juga tidak mengenakan tambahan giro dalam pemenuhan ketentuan Rasio Intermediasi Makroprudensial bank, sehingga menambah likuiditas sekitar Rp 15,8 triliun.

 

Editor : Hari Gunarto (hari_gunarto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN