Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia

BKPM: RUU Cipta Kerja akan Selesaikan Permasalahan Investasi

Rabu, 16 September 2020 | 14:38 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) meyakini adanya Undang Undang Cipta Kerja akan meningkatkan realisasi investasi yang ada. Regulasi ini diyakini akan menyelesaikan tiga permasalahan besar investor saat akan berinvestasi di Indonesia yaitu arogansi perizinan antar Kementerian/Lembaga, tumpang tindih regulasi, dan permasalahan tanah.

“Hal-hal ini dapat diselesaikan dengan suatu langkah yang komprehensif yaitu dengan menetapkan Undang Undang Cipta Kerja,” ucap Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam acara HSBC Economic Forum pada Rabu (16/9).

Bahlil menuturkan regulasi tersebut dapat menjadi instrumen untuk mengantisipasi lambatnya pertumbuhan investasi yang ada di tanah air. Misalnya rumitnya birokrasi, ketidakpastian waktu ketika pengusaha mengurus tanah hingga masalah perizinan di daerah.

“Dengan undang-undang ini saya menyakini bahwa ini betul-betul mampu meningkatkan posisi kemudahan berusaha yang saat ini masih berada di peringkat 73,” ucap Bahlil.

Ia mengatakan dengan adanya regulasi tersebut mampu menjamin demokrasi ekonomi. Sehingga dapat tercipta ruang untuk berkolaborasi. Baik antara pengusaha besar, pengusaha menengah ,dan UMKM. Maupun kolaborasi antara investor asing dan investor dalam negeri.

Menurutnya Indonesia memilki kekayaan yang sangat luar biasa. Tetapi hal ini harus diimbangi dengan birokrasi serta regulasi yang ramah investasi.

“Kompetisi bagi kami penting tapi jauh lebih penting adalah kolaborasi. Saya yakin ke depan Indonesia akan mempunyai peran yang strategis dan sangat penting dan Insya Allah akan dibutuhkan oleh investor,” ucap Bahlil.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Ist)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Ist)

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah segera menyelesaikan RUU Cipta Kerja dengan DPR. Dampak yang diharapkan dari regulasi ini yaitu yakni penciptaan lapangan kerja, peningkatan kompetensi hingga kesejahteraan pekerja. Sekaligus peningkatan produktivitas kerja dan investasi.

“Transformasi ekonomi ini diharapkan dapat melahirkan agar Indonesia bisa keluar dari jebakan negara pendapatan menengah dan mencapai pendapatan Indonesia maju di tahun 2045 sebagai 5 besar ekonomi terkuat di dunia,” ucap Airlangga.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN