Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala BPS Suhariyanto. Sumber: BSTV

Kepala BPS Suhariyanto. Sumber: BSTV

BPS: Ekonomi RI Kuartal I-2021 Kontraksi 0,74%

Rabu, 5 Mei 2021 | 11:06 WIB
Arnoldus Kristianus dan Nasori

JAKARTA, investor.id – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada kuartal I-2021 masih tumbuh minus atau kontraksi 0,74% secara year on year (yoy). Pertumbuhan ekonomi ini membaik dari kuartal IV-2020 yang tercatat -2,19%, namun jauh lebih rendah dari kuartal sama tahun lalu yang tercatat masih 2,97%.

Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan, dengan pergerakan berbagai indikator ekonomi selama kuartal I-2021, perekonomian Indonesia berdasarkan besaran PDB atas dasar harga berlaku adalah sebesar Rp 3.969 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan tercatat Rp 2.683 triliun.

“Sehingga kalau kita bandingkan dengan posisi triwulan I-2020, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2021 ini masih mengalami kontraksi sebesar 0,74%,” ujar Suhariyanto dalam telekonferensi pers soal pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2021 dan keadaan ketenagakerjaan Indonesia Februari 2021 di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Rabu (5/5).

Sedangkan secara quarter to quarter (qtq), lanjut Suhariyanto, pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi lebih dalam yaitu sebesar 0,96%. “Kalau (pertumbuhan ekonomi) kita bandingkan dengan triwulan sebelumnya saya akan menyatakan bahwa apa yang kita capai ini menunjukkan perbaikan yang cukup sinifikan,” kata dia.

Suhariyanto memaparkan, pada kuartal II-2020 perekonomian Indonesia mengalami kontraksi sangat salam 5,32%, kemudian mengalami perbaikan menjadi kontraksi 3,49% pada kuartal III-2020 dan kontraksi 2,19% pada kuartal IV-2020. “Triwulan I-2021 yang hanya kontraksi 0,74% menunjukkan bahwa tanda-tanda pemulihan ekonomi akan semakin nyata,” pungkas dia.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN