Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Indonesia

Bank Indonesia

CAD Membaik Jadi 2,7% PDB, Ketahanan Eksternal Terjaga

Nasori, Jumat, 8 November 2019 | 12:44 WIB

JAKARTA, investor.id - Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan III-2019 membaik dengan mencatat defisit US$ 46 juta, jauh lebih rendah dibandingkan dengan defisit pada triwulan sebelumnya yang sebesar US$ 2 miliar. Kondisi ini ditopang oleh defisit neraca transaksi berjalan (current account deficit/CAD) yang membaik serta surplus transaksi modal dan finansial yang meningkat.

"NPI pada triwulan III-2019 menunjukkan ketahanan eksternal ekonomi Indonesia yang tetap terjaga, di tengah kondisi ekonomi global yang melambat," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko dalam keterangan tertulis yang diterima Investor Daily, Jumat (8/9).

Sedangkan defisit neraca transaksi berjalan pada triwulan III-2019, ungkap Onny, tercatat sebesar US$ 7,7 miliar (2,7% dari PDB), lebih rendah dibandingkan dengan defisit pada triwulan sebelumnya yang mencapai US$ 8,2 miliar dolar AS (2,9% dari PDB). 

"Perbaikan kinerja neraca transaksi berjalan terutama ditopang oleh meningkatnya surplus neraca perdagangan barang, sejalan dengan menurunnya defisit neraca perdagangan migas di tengah surplus neraca perdagangan nonmigas yang stabil," papar Onny.

Dengan perkembangan tersebut, posisi cadangan devisa pada akhir September 2019 mencapai US$ 124,3 miliar, meningkat dari US$ 123,8 miliar pada akhir Juni 2019. Posisi cadangan devisa ini setara dengan pembiayaan 7,2 bulan impor atau 6,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sebesar tiga bulan impor.

Sementara itu, surplus transaksi modal dan finansial pada triwulan III-2019 tercatat sebesar US$ 7,6 miliar, lebih tinggi dibandingkan dengan surplus pada triwulan sebelumnya sebesar US$ 6,5 miliar. Peningkatan surplus transaksi modal dan finansial terutama didukung oleh membaiknya kinerja investasi portofolio, seiring meningkatnya aliran masuk modal asing pada aset keuangan domestik.

"Peningkatan surplus juga disebabkan oleh menurunnya defisit investasi lainnya yang dipengaruhi oleh lebih tingginya penarikan neto pinjaman luar negeri sektor swasta dan lebih rendahnya pembayaran neto pinjaman luar negeri pemerintah," tutur Onny.

Ke depan, ia menambahkan, kinerja NPI diperkirakan tetap baik sehingga dapat terus menopang ketahanan sektor eksternal. Prospek NPI tersebut didukung oleh defisit transaksi berjalan 2019 dan 2020 yang diperkirakan tetap terkendali dalam kisaran 2,5%–3,0% PDB dan aliran masuk modal asing yang tetap besar. 

"Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk meningkatkan ketahanan eksternal, termasuk berupaya mendorong peningkatan penanaman modal asing (PMA)," pungkas Onny.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA