Menu
Sign in
@ Contact
Search
Seorang petugas (kanan) di Nusa Dua, Bali, Jumat (25/2) sedang mengisi ulang baterai mobil listrik setelah peluncuran stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) yang akan dipakai untuk transportasi resmi pertemuan puncak G20 di Bali akhir Oktober tahun ini. Foto: Investor Daily/SONNY TUMBELAKA / AFP

Seorang petugas (kanan) di Nusa Dua, Bali, Jumat (25/2) sedang mengisi ulang baterai mobil listrik setelah peluncuran stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) yang akan dipakai untuk transportasi resmi pertemuan puncak G20 di Bali akhir Oktober tahun ini. Foto: Investor Daily/SONNY TUMBELAKA / AFP

Citi Indonesia: Produksi Baterai Mobil Listrik Jadi Kekuatan Ekonomi Indonesia 

Sabtu, 5 Nov 2022 | 18:08 WIB
Majalah Investor (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Indonesia tengah memperkuat posisi dalam rantai pasokan global untuk logam dasar dan baterai mobil listrik. Langkah ini akan memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi Indonesia, sehingga perlu mendapat perhatian investor. 

Tren positif ini dilaporan Citi Indonesia setelah  Citi Research melakukan penelitian bertajuk  “Indonesia’s EV battery venture: Harnessing the economy’s growth potential”.  Laporan hasil riset dipublikasikan  pada 16 September 2022. 

Dari sudut pandang makroekonomi, berkembangnya industri nikel dan baterai mobil listrik yang berorientasi ekspor tersebut akan memiliki kontribusi signifikan terhadap stabilitas ekonomi Indonesia. 

“Masuknya investasi di sektor logam dasar dan baterai mobil listrik berpotensi memperbaiki struktur neraca perdagangan hingga menaikkan peringkat utang Indonesia; walaupun dalam hal menjaga stabilitas nilai tukar,diferensial suku bunga kebijakan tetap harus diperhatikan,” ungkap Helmi Arman, Chief Economist Citi Indonesia. 

Advertisement

 “Sangat menarik bahwa keseimbangan di pasar valas sejak akhir 2020 hingga sekarang relatif terjaga, walaupun terdapat tekanan besar akibat penarikan dana asing keluar dari pasar obligasi Indonesia – paska penarikan stimulus moneter dan kenaikan suku bunga di Amerika,” tambahnya. 

Membaiknya struktur pasar valas selama dua tahun ini memang disumbang juga oleh tingginya harga komoditas eksporlainnya seperti batu bara dan sawit. Namun peranan ekspor logam dasar juga signifikan dan akan terus meningkat. 

Dalam studi, dikatakan bahwa dalam tiga tahun ke depan, kontribusi ekspor logam dasar dan baterai mobil listrik terhadap neraca perdagangan Indonesia diperkirakan dapat mencapai hingga 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. 

Apabila ketergantungan pasar valas terhadap pasokan dari aliran dana asing ke pasar modal dapat diturunkan, seiring dengan membesarnya pasokan valas hasil ekspor, maka peringkat utang Indonesia berpeluang meningkat dari BBB menjadi BBB+. 

Helmi optimis Indonesia akan masih bisa bersinar dengan berkembangnya sumber-sumber ekspor baru, di saat banyak negara lainnya menghadapi prospek penurunan ekspor dan pertumbuhan ekonomi yang struktural. 

Indonesia telah dikenal sebagai produsen nikel terbesar dunia dengan memiliki 23,7% porsi cadangan bijih nikel dari seluruh cadangan dunia, sehingga mampu memproduksi bijih nikel dalam jumlah besar secara berkelanjutan.

Indonesia saat ini memiliki cadangan kobalt yang besar. Kobalt merupakan salah satu bahan utama  untuk membuat baterai. Cadangan nikel dan kobalt yang besar akan mempengaruhi produksi baterai dikarenakan komponen kobalt dan nikel mencakup ± 90 persen dari total komponen baterai. 

Tren pemakaian kendaraan listrik berbasis baterai diprediksi akan terus meningkat, mengingat semakin banyak negara yang mengoptimalkan penggunaan energi bersih dengan menurunkan ketergantungan pada bahan bakar minyak. (*) 

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : Majalah Investor

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com