Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawati  bank menghitung uang rupiah di sebuah bank di Jakarta. Foto I;ustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Karyawati bank menghitung uang rupiah di sebuah bank di Jakarta. Foto I;ustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Di Tengah Meningkatnya Ketidakpastian Pasar Keuangan Global, BI Sebut Rupiah Terkendali

Kamis, 22 Juli 2021 | 16:05 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Gubernur Bank Indonesia (BI)  Perry Warjiyo mengatakan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah relatif terkendali ditengah kembali meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan global.

Ia menjelaskan bahwa posisi nilai tukar Rupiah pada 21 Juli 2021 melemah 0,29% secara point to point dan 1,14% secara rerata dibandingkan dengan level akhir Juni 2021.

Kendati begitu ia tak menampik bahwa ketidakpastian pasar keuangan global meningkat didorong oleh kekhawatiran pasar terhadap peningkatan penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap prospek ekonomi dunia, serta antisipasi terhadap rencana kebijakan pengurangan stimulus moneter (tapering) the Fed.

Gubernur BI Perry Warjiyo umumkan BI tahan suku bunga acuan, Kamis (22/7/2021). Sumber: BSTV
Gubernur BI Perry Warjiyo umumkan BI tahan suku bunga acuan, Kamis (22/7/2021). Sumber: BSTV

“Perkembangan nilai tukar Rupiah tersebut dipengaruhi penyesuaian aliran modal keluar dari negara berkembang yang didorong oleh perilaku flight to quality, di tengah pasokan valas domestik yang masih memadai,”tuturnya.

Dengan perkembangan tersebut, maka posisi Rupiah sampai dengan 21 Juli 2021 mencatat depresiasi sekitar 3,39% (ytd) dibandingkan dengan level akhir 2020, relatif lebih rendah dibandingkan depresiasi dari mata uang sejumlah negara berkembang lainnya, seperti Filipina, Malaysia, dan Thailand.

“Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah sesuai dengan fundamentalnya dan bekerjanya mekanisme pasar, melalui efektivitas operasi moneter dan ketersediaan likuiditas di pasar,”ujarnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN