Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki

Dorong UMKM Masuk Ekosistem Digital, Pemerintah Terapkan Strategi Jemput Bola

Kamis, 10 Juni 2021 | 20:29 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pemerintah akan menerapkan strategi jemput bola untuk mendorong para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) secepatnya memasuki ekosistem digital. Dorongan itu diperlukan karena Indonesia memiliki potensi ekonomi digital yang sangat besar.

“Pak Presiden minta ada percepatan digitalisasi UMKM. Sudah disepakati karena ini lintas sektoral, akan dibentuk PMO, semacam manajemen profesional yang akan mengkoordinasikan proses digitalisasi,” kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat memberikan keterangan pers usai rapat terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (10/6).

Rapat yang dihadiri Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin itu membahas tentang Hilirisasi Ekonomi Digital.

Teten mengatakan, pada 2024 pemerintah menargetkan 30 juta pelaku UMKM memasuki ekosistem digital. Pemerintah, lanjutnya, akan menerapkan strategi yang proaktif untuk mendorong pelaku UMKM masuk ke ekosistem digital.

“Pak Presiden tadi sudah arahkan, karena waktu tinggal tiga tahun, harus ada strategi yang proaktif, jemput bola untuk melakukan pendampingan, kurasi produk, sampai ke SDM-nya supaya pembiayaan sampai mereka bisa di on-boarding di e-commerce,” ujarnya.

Berdasarkan data dari Asosiasi E-commerce Indonesia (iDEA) per Mei 2021, jumlah pelaku UMKM yang sudah on-boarding baru sebanyak 13,7 juta pelaku atau sekitar 21% dari total UMKM yang ada di Tanah Air.

Sementara itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan, ekonomi digital di Indonesia memiliki prospek yang sangat baik. Pada 2020, ekonomi digital Indonesia menghasilkan 4% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Mendag memprediksi dalam 9-10 tahun ke depan, pada 2030 pertumbuhan PDB Indonesia dari Rp 15.400 triliun menjadi Rp 24.000 triliun.

“Tetapi, pertumbuhan ekonomi digital itu sendiri akan tumbuh 8 kali lipat, Rp 632 triliun menjadi Rp 4.531 triliun. Dari Rp 4.531 triliun, e-commerce akan memainkan peran yang sangat besar yaitu 34% atau setara dengan Rp 1.900 triliun, kemudian diikuti bisnis business to business (b-to-b) dengan besaran 13% atau setara Rp 763 triliun.

“Kesehatan akan berfungsi menjadi Rp 471 triliun atau 8% dari pertumbuhan. E-commerce kita mempunyai level play ford, online travel dengan Rp 575 triliun,“ kata Mendag.

Editor : Kunradus Aliandu (kunradu@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN