Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Chief Economist Danareksa Research Institute (DRI) Moekti P Soejachmoen. Foto: IST

Chief Economist Danareksa Research Institute (DRI) Moekti P Soejachmoen. Foto: IST

DRI Prediksi PDB Kuartal I Tumbuh -1,24% hingga -1,03%

Rabu, 5 Mei 2021 | 10:17 WIB
Nasori

JAKARTA, investor.id - Danareksa Research Institute (DRI) memperkirakan, pertumbuhan ekonomi atau produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada kuartal I-2021 masih mengalami kontraksi yaitu tumbuh -1,24% hingga -1,03% secara year on year (yoy). Sedangkan dalam setahun penuh 2021, PDB diperkirakan mencapai 3,39% hingga 4,31%.

“Pemulihan ekonomi yang lemah mencerminkan konsumsi rumah tangga yang lesu di tengah pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dan pencairan dana dari program perlindungan sosial. Selain itu, investasi dan ekspor menunjukkan pertumbuhan terbatas sementara impor mulai pulih pada kuartal I-2021,” ujar Kepala Ekonom DRI Moekti P Soejachmoen dalam rilisnya, Selasa (4/5).

Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan merilis angka pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2021 dan keadaan ketenagakerjaan Indonesia Februari 2021 pada siang hari ini, Rabu (5/5).

Menurut Moekti, pemulihan ekonomi berlanjut dengan laju yang lebih lambat dibandingkan periode sebelumnya. Realisasi Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), khususnya program perlindungan sosial, tidak berdampak signifikan terhadap peningkatan konsumsi rumah tangga karena mobilitas masyarakat masih terkendali.

Sementara itu, investasi melambat yang tercermin dari kontraksi pertumbuhan kredit investasi serta melambatnya investasi langsung asing (foreign direct investment/FDI) dan pembangunan infrastruktur. ”Neraca perdagangan tetap tinggi tetapi lebih rendah dari periode sebelumnya didorong oleh impor yang lebih tinggi,” pungkas dia.

 

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN