Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur Bank Indonesia (BI Perry Warjiyo

Gubernur Bank Indonesia (BI Perry Warjiyo

Efek Stimulus DP 0%, Kredit KPR Tumbuh 6,61%

Jumat, 18 Juni 2021 | 08:50 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA- Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan permintaan kredit sektor properti terus membaik.  Hal itu tercermin pada pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) yang naik 6,61% secara tahunan (year on year/yoy) per Mei 2021.

Kenaikan ini merupakan efek dari stimulus moneter berupa ketentuan rasio uang muka kredit rumah (loan to value/LTV)  100%  atau down payment (DP) nol persen.

"Implikasi dari kebijakan kami, pertumbuhan KPR 6,61% sejalan dengan implementasi kebijakan LTV oleh BI," tutur Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dalam konferensi pers, RDG Kamis (17/6).

Meski begitu, Perry menjelaskan,  kenaikan kredit KPR tak hanya didukung oleh stimulus moneter.   Ada pula dorongan dari insentif fiskal yang diberikan dengan membebaskan pajak pertambahan nilai (PPN) atas rumah tapak dan rumah susun dengan harga dibawah Rp2 miliar.

Sementara, untuk rumah dengan harga lebih dari Rp2 miliar diberikan diskon 50%. "Apakah cukup? Belum cukup, tapi perlu kami dorong terus, tapi dibandingkan sektor-sektor lain jika total kredit masih negatif," tuturnya.

Disisi lain, Perry menyebut bahwa Komite tim stabilitas sistem keuangan  (KSSK) yang beranggotakan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan juga merumuskan berbagai kebijakan untuk mendorong pemulihan pada sektor rill. Hal ini diwujudkan dalam paket kebijakan KSSK pada Februari lalu.

Selain itu, ia juga mengklaim kegiatan di sektor otomotif mulai menunjukkan arah perbaikan. Akan tetapi,  ia tak merinci, berapa kenaikan per Mei 2021. 

Perbaikan sektor otomotif, kata Perry, sejalan dengan relaksasi yang diberikan bank sentral terkait DP nol persen. Kebijakan ini diberlakukan untuk mendukung insentif dari pemerintah yang membebaskan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) mobil baru.

“Ini jadi fokus KSSK untuk mendorong sektor riil, kami akan terus koordinasi bersama Kemenkeu, BI, OJK untuk  mendorong kredit ke sektor otomotif dan property”tuturnya.

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN