Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Ekonom Belum Yakin Ekspor Indonesia Membaik

Rabu, 16 Maret 2016 | 13:19 WIB

Dihubungi terpisah, ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih menyatakan belum yakin ekspor Indonesia akan bertahan membaik pada periode mendatang. Pasalnya, 10 barang komoditas nonmigas yang ekspornya meningkat termasuk dalam jenis barang baru.


“Kalau misalnya yang muncul merupakan komoditas base yang menguasai ekspor itu akan tercermin pada pasar saat ini,” kata dia.


Dia melihat, untuk tujuan ekspor manufaktur terjadi peningkatan ke Tiongkok dan Jepang. Namun, penurunan justru terjadi pada pasar utama manufaktur, yakni Amerika Serikat dan Uni Eropa.


“Belum melihat konsistensi dari tujuan tadi. Kita mesti melihat untuk Maret, apakah ekspor barang baru tadi akan konsisten muncul lagi atau tidak. Saya belum melihat bahwa ekspor membaik sampai Maret,” ujar Lana.


Sementara dari sisi impor, adanya volume permintaan barang impor yang meningkat seharusnya menjadi indikasi yang positif. Pasalnya, ini bisa menunjukkan kegiatan ekonomi pada tiga bulan mendatang lebih bergerak.


“Maret diproyeksi defisit, atau surplus kecil. Ini karena ekspor yang tetap tinggi, dan impor juga meningkat sebagai indikasi pengeluaran pemerintah yang positif sehingga bisa menggerakkan konsumsi swasta. Kondisi ini bagus untuk Bank Indonesia (BI) menurunkan BI rate-nya,” jelas Lana.


Dia berharap tahun ini neraca perdagangan bisa defisit karena impor yang naik akan meningkatkan ekonomi. “Saya belum bisa memberikan angka pasti berapa proyeksi tahun ini. Namun melihat komponen yang muncul di data BPS, ekspor kita banyak yang bukan menjadi andalan utama, misalnya kapal laut, kita belum pernah ada ekspor itu,” jelas dia.


Padahal, menurut dia, komposisi ekspor Indonesia 70% merupakan komoditas seperti CPO. “Jika melihat ekspor barang yang sifatnya temporary saja, menunjukkan ekspor belum pulih,” ucap dia.


Menurut dia, ekspor kuncinya ada di permintaan global, tidak bisa dipaksakan. Dalam melihat kenaikan ekspor, lanjut dia pemerintah harus cermat dan hati-hati, apakah kenaikan itu secara str uktural atau tidak.


“Dilihat dari impor yang masih belum naik, ini menunjukkan demand dari dalam negeri belum greget, dan menunjukkan perekonomian belum kembali pulih secara signifikan,” jelas dia. (fik/ian/jn/gor)


Baca selanjutnya di

http://id.beritasatu.com/macroeconomics/tahun-ini-diharapkan-kurang-lebih-sama/141218

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN