Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ekspor RI

Ekspor RI

Ekonom: Defisit Neraca Dagang Desember US$ 410 Juta

Triyan Pangastuti, Rabu, 15 Januari 2020 | 10:05 WIB

JAKARTA-Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan, neraca perdagangan pada Desember 2019 mengalami defisit US$ 410 juta. Perkiraan angka defisit ini lebih baik dibandingkan hasil defisit November yang mencapai US$ 1,33 miliar. Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan merilis neraca perdagangan Desember pada hari ini (15/1).

Secara keseluruhan impor sedikit melandai ,tetapi untuk kinerja ekspor mulai membaik sebab adanya peningkatan harga komoditas dan volume meningkat. Secara rata-rata sepanjang Desember harga minyak sawit mentah naik hingga 16% dan karet alam juga naik 6%. Secara laju ekspor masih akan tercatat negatif 0,74%. "Defisit cenderung menyusut dibandingkan November yang cukup tinggi sampai US$ 1,33 miliar dengan melihat sisi impor agak meningkat dan ekspor menurun,” ujar Josua kepada Investor Daily, kemarin.

Sementara itu, untuk laju impor agak meningkat di akhir tahun dan ada tekanan harga minyak desmeber jadi laju impor tercatat -4,73%. Secara keseluruhan impor migas tinggi dan trennya agak meningkat relatif lebih tinggi dibandingkan kuartal III dan IV, sementara itu sisi impor nonmigas juga ada data manufaktur masih tertekan, khususnya kinerja industri pengolahan.

Di sisi lain, laju Inflasi inti tidak ada peningkatan signifikan aktivitas produksi keperluan aktivitas impor nonmigas belum tinggi, jadi keseluruhan defisit Desember agak membaik dibandingkan November. Dengan neraca dagang Desember yang lebih rendah maka secara keseluruhan atau full  year 2019 defisit neraca dagang mencapai US$ 3,50 miliar. Hal itu akan berdampak pada perbaikan defisit transkasi berjalan (CAD) keseluruhan 2019 akan berada dikisaran 2,70% lebih naik dibandingkan 2018.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA