Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi. Sumber: BSTV

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi. Sumber: BSTV

Ekonomi Digital Indonesia Bisa Tumbuh 8 Kali Lipat Jadi Rp 4.531 Triliun

Jumat, 11 Juni 2021 | 07:54 WIB
Lenny Tristia Tambun

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi memprediksikan ekonomi digital Indonesia berpotensi bertumbuh hingga 8 kali lipat di tahun 2030. Optimisme ini didasari prospek ekonomi digital Indonesia yang sangat baik dan akan terus tumbuh positif.

Hal itu disampaikan Mendag M. Lutfi saat memberikan keterangan pers bersama Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki serta Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso seusai menghadiri rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kantor Presiden, kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (10/6/2021).

"Kita berharap ekonomi digital ini akan memperbaiki pertumbuhan Indonesia paling tidak dalam sektor logistik dan industri. Kalau kita lihat bahwa target sektor logistik kita yang akan tumbuh dari 23 persen ongkos pada hari ini menjadi 17 persen, dengan adanya ekonomi digital ini perbaikan pada logistiknya akan jauh lebih baik," kata Muhammad Lutfi.

Pada tahun 2020 lalu, ekonomi digital berkontribusi 4% terhadap gross domestic product (GDP). Sementara pada 2030 mendatang GDP Indonesia akan tumbuh dari Rp 15.400 triliun menjadi Rp 24.000 triliun. Ia meyakini ekonomi digital Indonesia juga akan tumbuh hingga delapan kali lipat dari posisi saat ini Rp 632 triliun menjadi Rp 4.531 triliun.

"Di Rp 4.531 triliun tersebut e-commerce akan memerankan peranan yang sangat besar, yaitu 34% atau setara Rp 1.900 triliun, kemudian diikuti oleh beberapa hal yang sangat penting yaitu B2B dengan besaran 13% atau setara Rp 763 triliun, dan health tech akan menjadi Rp 471,6 triliun atau 8% dari pertumbuhan," ujar Muhammad Lutfi.

Menurut Lutfi, pelaku perdagangan elektronik Indonesia memiliki level playing field yang sangat besar, mulai dari online travel, online media, ride hailing, hingga financial technology. Meski demikian, terdapat beberapa hal yang mesti diperbaiki untuk dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi digital di Tanah Air. Beberapa di antaranya ialah infrastruktur telekomunikasi, perlindungan konsumen di era digital, sumber daya manusia yang memiliki keahlian khusus di bidang teknologi, hingga mengembangkan ekosistem digital itu sendiri.

Potensi ekonomi digital juga harus terus diperluas ke dalam sejumlah sektor industri di Tanah Air. Apabila hal itu dilakukan, maka ekonomi digital dapat terus tumbuh sesuai dengan yang diharapkan ke depannya.

"Kita juga sadar bahwa meski ekonomi digital kita empat persen pada hari ini, tetapi jumlah partisipasi, contohnya, dalam industri makanan dan minuman hari ini yang kita mempunyai besaran Rp3.669 triliun, dilayani oleh ekonomi digital baru Rp 18 triliun," terang Muhammad Lutfi.

Di masa yang akan datang, lanjut Lutfi, hilirisasi dari ekonomi digital ini akan bertumpu pada teknologi 5G, rantai blok (blockchain), kecerdasan buatan (artificial intelligence), dan komputasi awan (cloud computing).

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN