Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Masyita Crystallin, ekonom Bank DBS untuk Indonesia dan Filipina

Masyita Crystallin, ekonom Bank DBS untuk Indonesia dan Filipina

EKONOM BANK DBS MASYITA CRYSTALLIN:

Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh Lebih Tinggi

Gora Kunjana, Selasa, 2 April 2019 | 01:01 WIB

JAKARTA - Angka pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di atas 5% dinilai cukup baik di tengah dinamika perekonomian dunia. Hal tersebut juga didukung dengan pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Asian Insights Conference 2019 yang diselenggarakan Bank DBS Indonesia, Januari lalu bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup kuat karena didukung oleh konsumsi, investasi, dan belanja pemerintah.

Namun 100 ekonom perempuan Indonesia menilai bahwa Indonesia bisa mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Salah satu dari 100 ekonom perempuan Indonesia tersebut adalah Masyita Crystallin, ekonom Bank DBS untuk Indonesia dan Filipina. Menurut Masyita, faktor lain yang penting dalam menunjukkan kualitas pertumbuhan ekonomi adalah stabilitas harga kebutuhan masyarakat dalam beberapa tahun terakhir ini.

Masyita menilai konsumsi saat ini masih cukup tinggi, bahkan bisa lebih tinggi dari 5,05%, karena pada semester I/2019 konsumsi rumah tangga akan terpengaruh oleh penyelenggaraan pemilu.

Masyita juga menambahkan bahwa inflasi hanya berkisar 3-3,5%, bahkan pada Maret 2019 hanya 2,47%.  

Capital Flows

Setelah memperoleh gelar sarjana dan keluar sebagai lulusan terbaik Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Indonesia (UI), Masyita melanjutkan studi di Australian National University dan Claremont Graduate University untuk mendapatkan gelar master dan selanjutnya doktor di bidang ekonomi dengan topik utama penelitian di bidang capital flows. Salah satu penelitian Masyita mengenai dampak katalis program IMF terhadap negara miskin dipublikasikan sebagai IMF Working Papers.

Sebelum terjun sebagai ekonom di sektor keuangan, Masyita mengawali karir sebagai dosen di FEB UI. Kemudian Masyita bekerja sebagai makro-ekonom di Bank Dunia, dan menjadi bagian dari tim inti asistensi untuk Badan Kebijakan Fiskal dan tim inti pembuatan Indonesia Economic Quarterly, publikasi utama Bank Dunia di Indonesia.

Selain itu, Masyita juga pernah menjabat sebagai Tenaga Ahli Menteri Koordinator bidang Kemaritiman semasa kabinet Jokowi dan tim ahli untuk Tim Nasional Percepatan Ekspor dan Investasi (Timnas PEPI) di bawah koordinasi Menteri Perdagangan semasa kabinet SBY.  

Sumber : PR

BAGIKAN