Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Ekonomi Tahun Ini Harus Tumbuh 5,5%

Senin, 6 Maret 2017 | 14:15 WIB
Oleh Yosi Winosa

JAKARTA – Pemerintah harus menggenjot pertumbuhan ekonomi tahun ini ke level 5,5%, di atas asumsi APBN 2017 sebesar 5,1%, untuk mengejar pertumbuhan ekonomi tahun depan minimal 6%.

Agar pertumbuhan tahun ini lebih akseleratif, pemerintah sebaiknya menambah belanja modal dengan memperlebar ruang defisit APBN hingga 3% terhadap produk domestik bruto (PDB), dari saat ini sekitar 2,4%. Selain itu, kualitas belanja modal harus ditingkatkan.

Pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia Lana Soelistianingsih mengatakan, defisit anggaran masih mungkin diperlebar hingga 3% terhadap PDB.

"Memang untuk pemerintah pusat maksimal 2,5% PDB, tapi defisit pemda nyaris tidak pernah dipakai. Mestinya defisit pemda bisa digunakan pemerintah pusat," kata Lana kepada Investor Daily di Jakarta, akhir pekan lalu.

Lana menuturkan, dalam dua tahun terakhir, belanja APBN tidak maksimal. Hal ini, antara lain, karena realisasi penerimaan perpajakan di bawah target.

Dalam APBN 2017, pendapatan negara ditetapkan sebesar Rp 1.750,3 triliun. Sedangkan belanja negara ditetapkan Rp 2.080,5 triliun, dengan defisit anggaran Rp 330,2 triliun atau setara 2,41% terhadap PDB. (bersambung)

Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/home/jika-defisit-pusat-naik-defisit-pemda-harus-diturunkan/157368

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN