Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wakil Ketua dari Kadin Indonesia Shinta Kamdani. Foto: IST

Wakil Ketua dari Kadin Indonesia Shinta Kamdani. Foto: IST

Ekspor Nonmigas Tumbuh

Sabtu, 21 November 2020 | 12:21 WIB
Nasori ,Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id – Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Hubungan Internasional Shinta Kamdani memproyeksikan ekspor nonmigas tumbuh hingga akhir 2020. Namun, besarannya tidak sampai 5%, dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut dia, pertumbuhan ekspor nonmigas nasional masih ter tahan kepercayaan konsumen di negara-negara tujuan ekspor yang memasuki musim dingin. Pada musim itu, pandemi Covid-19 berpotensi kembali menyebar di negara-negara tujuan ekspor yang telah berhasil mengendalikan pandemi dan menormalisasi perekonomiannya, seperti Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan.

Neraca transaksi berjalan tahunan
Neraca transaksi berjalan tahunan

“Apabila hal tersebut terjadi, demand global bisa kembali tertekan, meskipun vaksin sudah semakin dekat bisa didistribusikan. Ini karena kita masih belum tahu hasil uji klinis akhir dan ada berbagai tantangan besar untuk distribusi vaksin hingga bisa menormalisasi demand perdagangan global, antara lain karena jumlah vaksinnya yang terbatas, kemampuan logistik terbatas, atau masalah kepercayaan masyarakat terhadap keamanan vaksin,” kata Shinta kepada Investor Daily, Jumat (20/11).

Shinta memproyeksikan pada 2021, ekspor nonmigas bisa meningkat di atas 10%, setelah vaksin didistribusikan. Nilai peningkatan nonmigas akan dipengaruhi oleh beberapa faktor baik eksternal maupun internal. Faktor eksternal yang akan memengaruhi ekspor nonmigas tahun depan antara lain kebijakan presiden baru Amerika Serikat (AS) Joe Biden yang akan dilantik pada awal 2021, pengendalian pandemic di negara-negara mitra dagang Indonesia, dan kecepatan distribusi vaksin dalam mendongkrak kepercayaan konsumen global.

Neraca transaksi berjalan kuartalan
Neraca transaksi berjalan kuartalan

“Dari sisi internal, ini tergantung pada kelancaran normalisasi ekonomi di dalam negeri dari keberhasilan pengadaan dan distribusi vaksin, kelancaran proses keluar dari kondisi PSBB total dan PSBB transisi secara total, hingga ada tidaknya reaksi positif masyarakat Indonesia terhadap vaksin yang mendukung peningkatan confidence konsumsi pasar domestic pascadistribusi vaksin.

Selain itu, realisasi stimulus tahun depan dan implementasi konkret Undang-Undang (UU) Cipta Kerja, juga memengaruhi kinerja ekspor nonmigas tahun depan,” imbuh Shinta.

Naraca Pembayaran Indonesia (NPI) Tahunan
Naraca Pembayaran Indonesia (NPI) Tahunan

Menurut dia, keberhasilan implementasi UU Cipta Kerja di lapangan akan menjadi faktor penentu yang sangat krusial bagi ekspor nasional, khususnya untuk mendiversifikasi produk ekspor dari komoditas ke produk- produk bernilai tambah tinggi. Setelah implementasi UU Cipta Kerja, Shinta memperkirakan Indonesia masih membutuhkan sekitar 6-12 bulan untuk menarik investasi, yang dapat digunakan untuk menciptakan produk ekspor bernilai tambah tinggi.

“Karena itu, kemungkinan besar tahun depan ekspor masih terus ditopang oleh komoditas seperti, batu bara, CPO, dan produk tambang lain hingga kesuksesan UU Cipta Kerja bisa membuahkan hasil diversifikasi produk ekspor. Untuk produk industri padat kar ya, seperti garmen, tekstil atau otomotif, kemungkinan besar akan meningkat signifikan, tetapi belum akan kembali ke level sebelum pandemi, karena pasar global perlu waktu,” ucap Shinta. (ts/ns/sny)

Baca juga

https://investor.id/macroeconomics/neraca-transaksi-berjalan-surplus-us-1-miliar

https://investor.id/business/sehat-tetapi-penyakitnya-masih-eksis

https://investor.id/business/neraca-transaksi-berjalan-berpeluang-surplus-lagi

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN