Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Erick Thohir Paparkan 5 Program Prioritas Kementerian BUMN

Triyan Pangastuti, Sabtu, 18 Januari 2020 | 10:22 WIB

JAKARTA, investor.id - Menteri BUMN Erick Thohir memaparkan lima program  strategis Kementerian BUMN yang harus dikerjakan dalam lima tahun mendatang.  Lima program prioritas ini dikerjakan dengan orientasi memperkuat tata kelola.

Program pertama, kata Erick,  mendorong BUMN  untuk mencapai keseimbangan antara pelaksanaan bisnis dengan tanggung jawab  sosial. Untuk mewujunkan itu,  Kementerian BUMN akan membuat maping untuk memetakan  BUMN berorientasi bisnis dan sisanya difokuskan untuk memberikan dampak sosial.

"Di situ nanti kita akan mengeluarkan maping, mana BUMN yang full menjadi fokus ke bisnis, tapi ada juga yang bilang 50-50, tapi ada memang yang impact sosialnya jauh lebih banyak," ujar Erick dalam diskusi di Jakarta, Jumat (17/1).

Kedua,  BUMN dipacu untuk berani melakukan perubahan  eksosistem bisnis,  kolaborasi,  serta partnership. "Nah di situlah saya rasa, di maping ini, kalau perusahaan-perusahaan yang kurang jelas bisnisnya, lebih baik dimerger atau dilikuidiasi," lanjut Erick.

Perusahaan BUMN yang kurang jelas prospek bisnisnya, menurut Erick, sebaiknya  likuidasi.  Sebab, tantangan memimpin 800 perusahaan tidak sederhana. Bahkan dapat menggerus ekosistem usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang harus punya competitiveness untuk bersaing dengan swasta.

Prioritas ketiga,  di tengah era distrupsi  teknologi,  BUMN diharapkan  bisa membuat terobosan dari sisi pemanfaatkan teknologi.  Prioritas keempat, lanjut Erick,  mengoptimalkan tata kelola korporasi yang baik atau  good coorporate governmance (GCG).

Jika tata kelola tidak dilaksanakan dengan baik, diharapkan tidak ada penyelewengan seperti Garuda, Jiwasraya, Asabri.  "Ini bokan soal  keras atau juga melihat dengan prespektif negatif pada ASN, atau Kementerian BUMN sendiri, tapi good corporate govarnance itu harga mati," ujarnya.

Prioritas kelima, optimalisasi dari sisi  people. Menurutnya,  harus ada upaya untuk  meningkatkan atau meng-upgrade orang-orang yang bekerja di Kementerian BUMN atau perusahaan-perusahaan BUMN. "Bonus, gaji, dan top fiveteen perusahaan BUMN, jauh lebih besar dari swasta. Ketika ada paradoks perusahaan bilang nggak baik, saya nggak sependapat. Karena kalau bicara gaji dan fasilitasnya, nggak kalah dengan swasta, tinggal cari the good people dan good governance" tutur Erick. (Try).

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA