Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Fokus Pasar: Sasaran Kebijakan BI Menahan Tingkat Suku Bunga

Jumat, 18 Juni 2021 | 09:52 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA - Fokus pasar pada akhir pekan tertuju pada keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate (7DRRR) pada posisi 3,5%. Sedanglam suku bunga pinjaman pada level 4.25% dan suku bunga simpanan  2.75%.

Pilarmas Investindo Sekuritas berpendapat, keputusan  BI tersebut  sejalan dengan upaya  pemerintah untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional. Selain itu inflasi yang masih terjaga rendah dan nilai tukar yang cukup terjaga stabil menjadi pertimbangan keputusan tersebut. 

Melalui Rapat Dewan Gubernur BI yang diagendakan pada hari Kamis (17/6), suku bunga acuan akan tetap dijaga rendah dan kebijakan makroprudensial juga akan tetap longgar. Hal ini tentu  mempertimbangkan indikator-indikator makro dalam negeri.  Kenaikan inflasi diproyeksikan baru  terjadi pada awal tahun depan.

“Meskipun demikian, Bank Indonesia juga memastikan kebijakannya tidak akan terjadi secara drastis, sehingga pelaku pasar tetap dapat tenang. Hingga saat ini BI memandang pemulihan masih terus berlangsung di tengah berbagai ketidakpastian,” jelasnya dalam riset harian Pilarmas Investindo Sekuritas, Jumat (18/6).

Pilarmas melanjutkan, Bank Indonesia memperkirakan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2021 tumbuh 7% dan di tahun ini berada pada 4,1% hingga 5,1%. Bersama pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia akan terus memantau ketat perkembangan yang terjadi di dalam dan luar negeri. Sehingga kebijakan yang dikeluarkan dapat lebih tepat guna menjaga pergerakan pasar uang maupun pasar modal.

“Kami cukup senang sebetulnya ketika Bank Indonesia mengatakan bahwa mereka akan menyiapkan stimulus untuk UMKM dan sektor-sektor yang masih belum bisa bangkit akibat pandemi seperti restaurant, café, dan hotel,” ujarnya. (fur)

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN