Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

INDEF: 26,5% Simpanan Bank adalah Harta Disembunyikan

Kamis, 6 April 2017 | 15:17 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA- Peneliti dari The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Ahmad Heri Firdaus menyebutkan sekitar 26,5 persen simpanan masyarakat di perbankan merupakan harta yang disembunyikan.

Dalam konferensi pers di kantor INDEF, Jakarta, Kamis, Heri mengatakan hal tersebut menunjukkan industri perbankan ternyata cukup menjadi "surga" persembunyian dana-dana yang tidak diungkap.

"Atau mungkin mereka pura-pura tidak tahu selama ini," kata dia.

Heri menyebutkan terdapat ribuan triliun rupiah simpanan di perbankan yang tidak pernah dilaporkan ke otoritas pajak sebelum pemberlakuan pengampunan pajak. Dengan kata lain, aset-aset tersebut dulunya sengaja disembunyikan.

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan, total simpanan di perbankan dalam bentuk tabungan, deposito, dan giro per akhir Januari 2017 mencapai Rp4.836,76 triliun.

Berdasarkan total harta yang dideklarasikan selama program pengampunan pajak, jenis harta yang paling mendominasi adalah harta kas atau setara kas mencapai Rp1284,9 triliun dalam bentuk tabungan, deposito, dan giro.

"Berarti sebelum pengampunan pajak minimal 26,5
% (Rp1284, 9 triliun) dari seluruh simpanan masyarakat Indonesia di perbankan merupakan harta yang disembunyikan," ujar Heri.

Dia menjelaskan perlu terobosan kreatif agar pemerintah mampu mengakses informasi perbankan dan tidak kecolongan lagi.

Menurut laman resmi Direktorat Jenderal Pajak mengenai statistik amnesti pajak, jumlah harta berdasarkan surat pernyataan harta mencapai Rp4.868 triliun.

Total harta diungkap hasil pengampunan pajak terdiri atas deklarasi dalam negeri Rp3.690 triliun, deklarasi luar negeri Rp1.032 triliun, dan repatriasi Rp147 triliun.

Jumlah penerimaan pengampunan pajak mencapai Rp135 triliun dengan komposisi uang tebusan Rp114 triliun, pembayaran tunggakan Rp18,8 triliun, dan pembayaran bukti permulaan Rp1,75 triliun.
(gor/ant)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN