Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Peneliti CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet

Peneliti CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet

Indonesia Masih Cukup Prospektif untuk Investasi

Minggu, 22 November 2020 | 14:53 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Peneliti Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet berpendapat ada sentimen positif tren pertumbuhan ekonomi di kuartal tiga 2020 yang mulai pulih. Dari kuartal dua yang  - 5,32% menjadi -3,49% pada kuartal tiga 2020. Meskipun masih dalam angka negatif  tetapi ada terjadi pemulihan ekonomi dari kuartal sebelumnya. kalau melihat dari kuartal ke kuartal beberapa komponen tumbuh positif ini menunjukan program pemulihan ekonomi sedang terjadi. Hal ini selaras dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang telah dijalankan.

“Saya kira dengan capaian positif pemulihan ekonom bisa menjadi semacam sentimen positif bagi investor yang menilai bahwa Indonesia masih cukup prospektif untuk investasi,” ucap Yusuf Rendy.

Catatan Bank Indonesia (BI) menunjukkan pada 16 sampai 19 November 2020 atau minggu ke-3 November, aliran modal asing neto masuk ke pasar keuangan domestik mencapai Rp 8,53 triliun. Ini melanjutkan tren kenaikan beberapa pekan sebelumnya yaitu Rp 3,81 triliun pada minggu pertama November dan Rp 7,18 triliun pada minggu ke-2 November.

Masuknya capital inflow tidak terlepas dari sentimen positif karena kondisi neraca dagang dan transaksi berjalan yang sedang berada dalam tren surplus. Neraca perdagangan mengalami surplus US$ 3,6 miliar pada Oktober 2020. Neraca transaksi berjalan juga mengalami surplus sebesar  US$ 964,16 juta atau 0,4% dari produk domestik bruto (PDB). Setelah pada kuartal sebelumnya defisit sebesar US$ 2,9 miliar atau 1,2% dari PDB.

Lebih lanjut Yusuf mengatakan surplus tidak didorong oleh kenaikan ekspor tetapi lebih karena penurunan impor.  Hal ini juga akan berdampak baik untuk kondisi cadangan devisa.

“Tetapi pencatatan surplus ini bisa menunjukan bahwa ketahana eksternal Indonesia relatif dinilai lebih baik. Kalau melihat cadangan devisa lebih terjaga. Karena dengan surplusnya transaksi berjalan biasanya cadangan devisa yang juga selaras,” ucapnya.

Yusuf memperkirakan tren masuknya capital inflow ini masih akan berlanjut hingga akhir tahun 2020. Apalagi BI baru menurunkan suku bunga acuan 25 basis poin dari 4% menjadi 3,75%. Selain itu imbal hasil investasi pasar obligasi pemerintah masih cukup menarik dibandingkan negara peer.

“Kalau melihat prospek pertumbhan ekonomi yang tengah berjalan  dan imbal hasil yang menarik di mata investor saya kira ini akan menjadi pendorong capital inflow setidaknya hingga akhir tahun,” tutur Yusuf.

Namun pemerintah juga harus memperhatikan sektor kesehatan. Sebab bila masih terjadi lonjakan kasus penderita  Covid -19 hingga akhir tahun maka akan meningkatkan sentiment negatif untuk perekonomian Indonesia. Hal ini bisa mengerem laju aliran capital inflow yang akan masuk ke Indonesia

“Masuknya capital inflow juga berpeluang meningkatkan volatilisas di pasar keuangan jika dari dalam negeri tidak ada upaya pembenahan pendalaman pasar keuangan,” ucapnya.

Meningkatkan aliran modal asing ke pasar keuangan dalam negeri menjadi hal postiif untuk perekonomian nasional. Sebab ini bisa menjadi modal baik bagi pemerintah. Untuk melakukan pemulihan ekonomi pada tahun 2021 di tengah belum pulihnya perekonomian global. Kepercayaan investor menjadi penting untuk dijaga selama proses pemulihan ekonomi nasional.

“Saya kira dengan adanya aliran modal masuk ini salah satu dampak yang dirasakan adalah kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia ke depan,” ucapnya. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN