Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Airlangga Hartarto. Foto: IST

Airlangga Hartarto. Foto: IST

Indonesia Miliki Daya Tahan di Tengah Perlambatan Ekonomi Global

Gora Kunjana, Rabu, 6 November 2019 | 17:01 WIB

JAKARTA, investor.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa ekonomi Indonesia memiliki daya tahan yang cukup baik di tengah perlambatan global seiring masih kuatnya konsumsi domestik.

"Kalau kita lihat dari segi domestik, konsumsi kita masih kuat. Ada beberapa faktor fundamental yang membuat kita mempunyai resilience atau daya tahan," ujar Airlangga di sela acara Indonesia Banking Expo (IBEX) 2019 di Jakarta, Rabu.

Selain konsumsi, ia menambahkan, dari segi investasi dan industri perdagangan juga memiliki catatan yang cukup baik dalam menopang perekonomian nasional.

Ia menambahkan dalam rangka mendorong investasi di dalam negeri lebih bergairah, pemerintah sedang merancang skema undang-undang Omnibus Law. Omnibus Law adalah satu undang-undang (UU) yang sekaligus merevisi beberapa UU, bahkan puluhan UU.

"Diharapkan bisa memotong regulasi yang selama ini menjadi penghambat untuk melakukan investasi" katanya.

Melalui kebijakan itu, Airlangga berharap tren pertumbuhan investasi di dalam negeri dapat semakin lebih baik. "Singapura investasinya sudah turun agak dalam, jadi kita masih punya resistensi, ini yang terus akan kami jaga," ucapnya.

Ia juga berharap dengan berbagai kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah nantinya juga dapat memperbaiki peringkat kemudahan berbisnis atau Ease of Doing Business (EODB) Indonesia yang saat ini berada pada posisi ke-73.

Dalam kesempatan itu, Airlangga juga mengatakan bahwa pemerintah juga fokus untuk memperbaiki neraca perdagangan sehingga turut membantu menjaga pertumbuhan ekonomi nasional, salah satunya menerapkan program biodiesel B30 sampai B100.

"Program B30 sampai B100 roadmap-nya sedang kami siapkan. Program B100, kita bisa hemat sampai 18 miliar dolar AS, kalau B30 itu sekitar US$6 miliar. Dengan demikian, tekanan neraca perdagangan dari situ saja sudah bisa diselesaikan," katanya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA