Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

INFID: Data BPS Perlu Dielaborasi Data Buruh

Selasa, 19 April 2016 | 15:09 WIB
Oleh Yosi Winosa dan Tri Murti

Sementara itu, peneliti dari International NGO Forum on Indonesian Development (INFID) Khoirun Nikmah menilai, data BPS masih perlu dielaborasi dengan data buruh. Jika data rasio gini tersebut benar, tentu pemerintah patut diberikan ucapan selamat.


Hanya saja, lanjut dia, BPS juga harus menunjukkan data bagaimana kenaikan upah buruh yang relatif tidak signifikan bisa menurunkan ketimpangan.


Menurut dia, saat BPS menyatakan kenaikan pengeluaran penduduk bawah lebih cepat dibandingkan penduduk atas, perlu dijabarkan seberapa cepat kenaikan tersebut dengan kenaikan upah yang tidak signifikan.


Selama ini, salah satu penyebab ketimpangan adalah tingginya gap antara upah minimum yang diterima dengan upah tertinggi dari perusahaan publik. Jika gap ini tidak berkurang, ketimpangan susah turun.


“Studi INFID tentang gap upah itu sangat lebar antara upah minimum dengan upah tertinggi bisa lebih dari 3.000 kali dan hingga kini gap tersebut belum menyempit,” kata Nikmah. (jn/gor)


Baca selanjutnya di

http://id.beritasatu.com/macroeconomics/inflasi-rendah-dorong-pengeluaran-masyarakat-bawah/143023

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN