Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perkembangan inflasi 2019

Perkembangan inflasi 2019

Inflasi 2019 Terjaga, Airlangga Apresiasi Langkah TPIP dan TPID

Triyan Pangastuti, Kamis, 13 Februari 2020 | 15:45 WIB

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi langkah pengendalian inflasi yang ditempuh pemerintah dan Bank Indonesia (BI) melalui Tim Pengandali Inflasi Pusat dan Tim Pengendali Inflasi Daerah, sehigga inflasi 2019 bisa berada pada level 2,72% (yoy), bahkan lebih rendah dari target 3,5±1%.

“Pencapaian ini merupakan (yang) terendah selama dua dekade terakhir, dan (sekaligus) melanjutkan tren terjaganya realisasi inflasi pada kisaran sasaran selama lima tahun terakhir,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memimpin High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Pusat (HLM TPIP) 2020, di Jakarta, Kamis (13/2).

Ia mengatakan, inflasi terus berangsur menurun dan terkendali dalam sasaran, dipengaruhi oleh semakin terjangkarnya ekspektasi inflasi dan terjaganya kestabilan nilai tukar.“Ini semua merupakan hasil penguatan koordinasi kebijakan antara pemerintah dan Bank Indonesia, baik di tingkat pusat maupun daerah,” ujarnya.

Adapun inflasi sepanjang 2019 yang terjaga disumbang oleh adanya penurunan inflasi inti (3,02% yoy) dan minimnya inflasi administered prices (AP) (0,51% yoy). Sedangkan inflasi volatile food (VF) meningkat (4,30% yoy), namun masih terjaga di bawah 5% sesuai kesepakatan HLM TPIP 2019.

Di sisi lain, pembangunan infrastruktur pun terus dioptimalkan sehingga memberikan dampak positif dalam perbaikan konektivitas dan kelancaran distribusi barang dan jasa. Hal ini juga mendukung terjaganya pertumbuhan ekonomi tetap di kisaran 5%.“Inflasi yang rendah dan stabil telah mendukung momentum pertumbuhan ekonomi, di tengah kondisi pertumbuhan ekonomi global yang melambat,” jelasnya.

Menko juga menyebut inflasi yang rendah juga berkontribusi positif dalam menjaga daya beli masyarakat, memberikan insentif bagi penanaman modal termasuk investasi, dan meningkatkan daya saing perekonomian. Oleh karena itu, ke depan pemerintah dan Bank Indonesia, baik di tingkat pusat maupun daerah, berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas harga.Tujuannya, agar inflasi IHK tetap terjaga dalam kisaran sasarannya 3,0±1% pada 2020. Inflasi yang rendah dan stabil diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkesinambungan menuju Indonesia maju.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA