Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur BI Perry Warjiyo umumkan BI tahan suku bunga acuan, Kamis (22/7/2021). Sumber: BSTV

Gubernur BI Perry Warjiyo umumkan BI tahan suku bunga acuan, Kamis (22/7/2021). Sumber: BSTV

Ini Alasan BI Pertahankan Bunga Acuan di Level 3,50%

Kamis, 22 Juli 2021 | 15:50 WIB
Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di level 3,50% dalam rapat dewan gubernur (RDG) hari ini (Kamis, 22/7). Bank Sentral juga mempertahankan fasilitas simpanan suku bunga dan fasilitas pinjaman masing-masing sebesar 2,75% dan 4,25%. Dengan demikian, untuk kali ini atau sejak 18 Februari 2021, BI menahan suku bunga di posisi 3,50%. Apa alasan BI?

Keputusan ini sejalan dengan perlunya menjaga nilai tukar dan sistem keuangan akibat ketidakpastian pasar keuangan global di tengah prakiraan inflasi yang rendah dan upaya mendukung pertumbuhan ekonomi," kata Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (22/7).

Selain itu, menurut Perry, BI terus mengoptimalkan semua bauran kebijakan demi menjaga makroekonomi dan sistem keuangan serta mendukung upaya perbaikan ekonomi lebih lanjut.

Gubernur BI menjelaskan, BI akan melanjutkan nilai tukar rupiah untuk menjaga kebijakan nilai tukar yang sesuai dengan fundamental dan mekanisme pasar. BI also melanjutkan Penguatan Pengembangan strategi Operasi moneter untuk review memperkuat efektivitas sikap kebijakan moneter akomodatif.

televisi itu, kata Perry Warjiyo, Bank Sentral terus mendorong intermediasi melalui peningkatan transparansi suku bunga dasar kredit (SBDK) dengan penekanan pada perkembangan premi risiko dan penetapan penetapan suku bunga kredit baru di berbagai segmen kredit.

Hal lain yang dicapai BI adalah memperkuat ekosistem sistem pembayaran melalui implementasi Peraturan BI (PBI) tentang Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) dan Penyelenggara Infrastruktur Sistem Pembayaran (PIP) untuk penyederhanaan dan efisiensi perizinan atau persetujuan, serta mendorong inovasi layanan sistem pembayaran.

“BI juga terus berupaya mendukung dukungan sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal, untuk memberikan bantuan sosial (bansos) dan mendukung efisiensi transaksi secara online ,” tutur dia.

Sinergi KSSK

Di sisi lain, Bak Sentral mendukung ekspor melalui perpanjangan waktu pengajuan pengajuan sanksi penangguhan ekspor (SPE), dari semula berakhir 29 November 2020 hingga 31 Desember 2022. “Itu untuk memanfaatkan momentum peningkatan permintaan negara mitra dagang dan kenaikan harga dunia,” ujar Perry.

Gubernur BI menambahkan, BI pun memfasilitasi penyelenggaraan promosi perdagangan dan investasi, serta melanjutkan sosialisasi penggunaan Local Currency Settlement (LCS) bekerja sama dengan instansi terkait. “Pada Juli dan Agustus 2021 akan diselenggarakan promosi investasi dan perdagangan di Jepang, AS, Swedia, dan Singapura,” ucap dia.

Perry Warjiyo menegaskan, BI terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Komite Stabilitas Keuangan (KSSK) untuk implementasi lebih lanjut paket kebijakan terpadu KSSK dalam rangka menjaga sistem keuangan dan meningkatkan kredit atau pembiayaan kepada sektor-sektor prioritas, termasuk , dan menengah (UMKM).

“BI juga meningkatkan koordinasi kebijakan dengan pemerintah dan instansi terkait untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, termasuk koordinasi kebijakan moneter-fiskal, kebijakan untuk mendorong ekspor, serta inklusi ekonomi dan keuangan,” papar dia.

Sejak awal tahun, Bank Sentral baru sekali tertarik suku bunga acuan sebesar 25 bps, dari 3,75% menjadi 3,50%, yakni dalam RDG 18 Februari 2021. Posisi BI7DRR saat ini merupakan yang terendah sepanjang sejarah. 

 

 

 

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN