Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Melchias Markus Mekeng. Foto: IST

Melchias Markus Mekeng. Foto: IST

DESTRY TERPILIH MENJADI DEPUTI GUBERNUR SENIOR BI

Jaga Independensi, DPR Minta Tidak Ada Lagi Calon Tunggal

Triyan Pangastuti, Jumat, 12 Juli 2019 | 07:51 WIB

JAKARTA, investor.id – Komisi XI DPR akhirnya menyetujui Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Destry Damayanti menjadi deputi gubernur senior (DGS) Bank Indonesia periode 2019-2024, Kamis (11/7). Kendati demikian, Komisi XI akan meminta pimpinan DPR untuk mengirimkan surat kepada pemerintah agar tidak lagi mengajukan calon tunggal terkait posisi dewan gubenur BI, untuk menghindari persepsi publik bahwa bank sentral tak lagi independen.

“Kami akan memberikan surat kepada pimpinan dewan untuk menyampaikan kepada pemerintah, agar pemilihan berikutnya, entah itu deputi gubernur senior atau deputi gubernur, untuk tidak mengirimkan hanya satu calon. Ini agar tidak ada persepsi dari masyarakat atau publik bahwa Bank Indonesia sudah tidak independen” tutur Ketua Komisi XI DPR Melchias Markus Mekeng usai rapat internal pengambilan keputusan calon deputi gubernur senior (DGS) BI di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (11/7).

Mekeng menegaskan, BI harus tetap menjadi lembaga independen yang tidak bisa diperintah oleh siapapun dalam mengatur moneter. Oleh karena itu, permintaan Komisi XI untuk tidak adanya lagi calon tunggal akan dikirimkan kepada pimpinan DPR dan dibacakan pada sidang paripurna DPR untuk pengesahan persetujuan Destry Damayanti sebagai deputi gubernur senior BI 2019-2024.

Namun, ia tak memungkiri bahwa keputusan pencalonan itu menjadi hak prerogatif Presiden. Berdasarkan undang- undang, ia mengatakan, pemerintah bisa mengajukan sebanyak banyaknya tiga calon untuk posisi deputi gubernur senior.

“Kami menginginkan itu lebih dari satu. Ini supaya kita bisa menjaga indpeendensi dan menjaga komunikasi hubungan yang baik antara pemerintah dengan DPR. Sebab, jika hanya mengajukan satu calon, bisa saja 'kan DPR melakukan penolakan. Tapi, itu menjadi satu kejadian yang tidak mengenakan, kalau sampai terjadi penolakan. Sehingga, kami terhindar dari itu,” tegas dia.

Persetujuan terpilihnya Destry dalam rapat internal Komisi XI DPR tersebut diberikan secara aklamasi oleh sembilan atau seluruh fraksi partai politik.

Mekeng berharap, keterpilihan Destry ini dapat berkontribusi untuk ikut menggenjot pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya bertumpu pada penerimaan dalam negeri seperti APBN, melainkan juga sisi investasi luar negeri. "BI memiliki peranan yang besar untuk melakukannya dengan memperdalam produk keuangan sebagai pilihan investor," tanda dia.

Di samping itu, ia juga berharap, Destry tidak menjaga jarak dengan pasar sehingga dapat melakukan komunikasi secara aktif dengan pasar terutama perbankan. Selain itu memperdalam produk keuangan, BI juga memiliki pekerjaan rumah untuk memperbaiki moneter, devisa, dan neraca dagang. "Itu merupakan tugas BI, sehingga harus bekerja out of the box, tidak hanya sebagai birokrat," kata Mekeng.

Destry mengaku bersyukur atas proses yang sudah dijalani dengan baik. Dengan keputusan Komisi XI DPR ini, ia menyadari ke depan akan ada amanah dan tanggung jawab baru yang diembannya. “Ini semacam amanah. Prinsipnya, di manapun saya bekerja, pasti saya akan berushaa memberikan yang terbaik dan menyukai yang saya kerjakan,” ujar dia saat dihubungi, Kamis (11/7).

Menurut Destry, terdapat sejumlah langkah startegis yang akan ia lakukan ke depan dengan konsep proaktif dan harus bisa mengakhiri status quo. Hal ini sama dengan prinsip Gubernur BI Perry Warjiyo yang lebih mengedepankan langkah proaktif ketimbang reaktif. “Kita tahu, volatilitas makin tinggi. Jadi, BI harus adaptif dan inovatif, terlebih dengan kemajuan teknologi yang saat ini menguat. BI harus bisa berpikir cepat dengan kebijakan inovatif guna mengimbangi kebijakan teknologi yang cepat sekali,” tutur dia.

 

Destry Mampu

Sementara itu, Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Piter Abdullah mengatakan, tantangan BI ke depan tidak mudah, terlebih sejak di bawah kepemimpinan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo yang lebih mendorong kebijakan propertumbuhan. Hal ini terlihat pada kebijakan BI sejak awal tahun terus melonggarkan likuiditas di tengah gejolak global yang mengakibatkan rupiah volatile.

“Menjadikan BI lebih pro-growth di tengah gejolak global merupakan tantangan yang tidak mudah. Posisi yang diisi oleh Destry merupakan posisi orang kedua di BI, sehingga tantangan tidak mudah. Destry harus mampu mengimbangi bahkan saling mengisi dengan orang nomor satu di BI,” tutur dia kepada Investor Daily, Kamis (11/7) malam.

Kendati demikian, Piter mengatakan, melalui sepak terjang Destry yang panjang menjadi direktur eksekutif di Mandiri Institute, anggota Dewan Komisioner LPS, mupun menjadi ketua panitia seleksi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Saya meyakini, Destry punya semua yang dibutuhkan menjadi orang nomor dua di BI, sekaligus dapat menjawab tantangan BI saat ini,” tutup dia.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA